Liputan6.com, Jakarta - Emiten produsen air minum dan produk konsumen, PT Akasha Wira International Tbk (ADES), berencana memperluas lini usahanya dengan masuk ke industri kembang gula melalui produksi dan pemasaran permen gummy.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar makanan ringan yang terus berkembang di Indonesia.
Advertisement
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (14/6/2026), ADES akan menambahkan kegiatan usaha baru berupa industri kembang gula guna mendukung produksi dan pemasaran produk gummy yang akan menjadi portofolio bisnis baru ADES.
Manajemen menjelaskan, produk gummy yang akan dikembangkan mengusung perpaduan konsep indulgent gummy dan functional gummy. Selain menawarkan cita rasa premium, produk tersebut juga akan menyasar tren makanan yang memberikan nilai tambah kesehatan melalui kandungan vitamin maupun zat aktif lainnya.
Perseroan menilai pasar gummy di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan. Nilai pasar gummy nasional pada 2026 diperkirakan mencapai USD 850 juta hingga USD 950 juta atau setara sekitar Rp 13,6 triliun hingga Rp 15,2 triliun.
Segmen functional gummy bahkan diproyeksikan menjadi kategori dengan pertumbuhan tercepat dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 8,54 persen.
Target Produksi 50 Juta Sachet
ADES mengalokasikan investasi sebesar Rp 46,2 miliar untuk mendukung bisnis baru tersebut. Dana itu digunakan untuk pengadaan tanah, bangunan, dan mesin produksi. Sebagian fasilitas produksi telah disiapkan di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Rincian investasi meliputi pengadaan mesin senilai sekitar Rp 37,69 miliar, tanah Rp 4,43 miliar, dan bangunan Rp 4,1 miliar. Seluruh pendanaan proyek direncanakan berasal dari kas internal perusahaan.
ADES menargetkan kapasitas produksi mencapai 50 juta sachet per tahun mulai 2027. Adapun target produksi awal pada 2026 dipatok sebanyak 7,2 juta sachet dan meningkat bertahap hingga 47,52 juta sachet pada 2030.
Manajemen memperkirakan bisnis gummy dapat menghasilkan pendapatan Rp 41,67 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi Rp 335,28 miliar pada 2030.
Sementara laba bersih diproyeksikan naik dari Rp 12,2 miliar pada tahun pertama operasional menjadi Rp 110,27 miliar pada 2030.