Liputan6.com, Jakarta - Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) SpaceX diminati investor. Menurut sumber, IPO SpaceX telah menarik permintaan lebih dari empat kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.
Mengutip the Strait Times, ditulis Kamis, (11/6/2029), bank berhenti menerima pesanan dari investor institusional setelah pasar tutup di New York pukul 16.00 waktu setempat, Rabu, 10 Juni 2026.
Advertisement
Adapun saham SpaceX diperdagangkan pada Jumat, 12 Juni 2026. Perseroan menawarkan 555,6 juta saham dengan harga US$ 135 atau Rp 2,43 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.000). Dengan demikian, perseroan akan meraup dana US$ 75 miliar atau Rp 1.350 triliun.
Adapun perwakilan SpaceX belum menanggapi permintaan komentar mengenai perkembangan IPO tersebut.
IPO SpaceX akan menjadi terbesar sepanjang masa, melampui debut Saudi Aramco US$ 29,4 miliar atau Rp 529,24 triliun pada 2019.
Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup dan JPMorgan Chase and Co memimpin kesepakatan ini. Selain itu, ada 18 bank lain yang berpartisipasi. SpaceX yang dikenal sebagai Space Exploration Technologies Corp akan diperdagangkan di Nasdaq dan Nasdaq Texas dengan kode saham SPCX.
Selain SpaceX, OpenAI juga mengajukan permohonan pencatatan saham secara tertutup pada 8 Juni, mengikuti Anthropic. Bersama SpaceX, tiga perusahaan itu dapat menambah nilai pasar US$ 3,6 triliun atau Rp 64.805 triliun ke bursa AS, berdasarkan perhitungan Bloomberg.
Harga IPO SpaceX
Sebelumnya, SpaceX milik Elon Musk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar US$ 135 atau Rp 2,42 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.980) per saham menjelang debutnya di bursa saham Nasdaq.
Mengutip laman CNBC, Kamis (4/6/2026) berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), SpaceX berencana menjual 555,6 juta saham kepada publik. Dengan harga tersebut, SpaceX berpotensi menghimpun dana hingga US$ 75 miliar atau Rp 1.348 triliun.
Selain itu, para penjamin emisi juga memiliki opsi untuk membeli tambahan 83,33 juta saham senilai sekitar US$ 11,2 miliar atau Rp 201,32 triliun. Jika seluruh opsi tersebut dieksekusi, nilai dana yang terkumpul akan semakin besar.
Penetapan harga ini membuat valuasi SpaceX mencapai sekitar US$ 1,77 triliun atau Rp 31.816 triliun. Angka tersebut menjadikan perusahaan antariksa milik Elon Musk sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat dan bahkan melampaui valuasi produsen mobil listrik Tesla yang saat ini berada di kisaran USD 1,6 triliun atau Rp 28.760 triliun.
SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan kode saham SPCX. IPO ini menjadi salah satu yang paling dinantikan investor global karena skala bisnis perusahaan yang terus berkembang.