Jusuf Kalla Menolak Dikotomi Sipil-Militer

Menurut Kalla, presiden yang baik bukan hanya berasal dari kalangan militer. Kalla menilai SBY memiliki kemampuan, bersih, dan berkarakter. Tim Sukses Koordinator Kampanye SBY-Kalla di Cirebon dibentuk.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Mei 2004, 08:59 WIB
Liputan6.com, Cirebon: Calon wakil presiden dari Partai Demokrat Muhammad Jusuf Kalla tidak setuju dengan dikotomi sipil-militer. Menurut Kalla, latar belakang golongan tidak menjamin seseorang bisa menjadi pemimpin yang baik dan kuat. Dan pemimpin bangsa yang baik dan kuat bukan hanya berasal dari kalangan militer semata. Militer tidak selalu lebih baik dari sipil atau sebaliknya. Demikian ditegaskan Kalla saat berbicara dalam deklarasi tim kampanyenya di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/5).

Kalla menegaskan, ia bersedia berpasangan dengan SBY--demikian Susilo akrab disapa--bukan karena latar belakang militer. Namun, karena SBY dinilai memiliki kemampuan, bersih, dan berkarakter. Kalla juga beranggapan, yang menjadi patokan dalam memimpin negeri ini adalah kemampuan lebih seseorang. Menyinggung soal dana kampanye, Kalla mengaku telah mempersiapkan dana Rp 100 miliar [baca: Dana Kampanye SBY-Kalla Rp 100 Miliar]. Namun Kalla menambahkan jumlah itu bisa berlipat ganda. Pasalnya, masih banyak simpatisan yang menggalang dana sendiri untuk mendukung pasangan SBY-Kalla.

Usai menghadiri deklarasi tim kampanye itu, Kalla juga bertemu dengan Sultan Sepuh Maulana Pakuningrat dari Kesultanan Kasepuhan. Ia juga mendeklarasikan Tim Sukses Koordinator Kampanye SBY-Kalla. Kalla mengaku tim itu bukan bentukannya, namun murni aspirasi masyarakat bawah yang simpatik pada paket capres-cawapres dari Parta Demokrat.(YAN/Ridwan Pamungkas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya