Liputan6.com, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah sebagai balasan atas serangan AS terhadap pelabuhan dan pulau-pulau di Selat Hormuz.
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat setelah jatuhnya sebuah helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz pada Selasa (9/6).
Advertisement
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Rabu (10/6), IRGC menyatakan telah meluncurkan serangan drone terhadap Armada Kelima AS di Bahrain. Selain itu, Iran juga mengklaim menembakkan rudal jarak jauh ke sebuah pangkalan militer AS di Azraq, Yordania. Demikian seperti dikutip dari Al Jazeera.
IRGC juga menyebut telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, yang diketahui menjadi lokasi penempatan sejumlah personel militer AS.
Sementara itu, Kuwait mengonfirmasi bahwa wilayahnya sedang menghadapi serangan udara.
"Komando Umum Angkatan Darat Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Kuwait saat ini sedang mencegat target-target udara yang bersifat bermusuhan sesuai dengan prosedur operasional yang telah disetujui," demikian pernyataan militer Kuwait seperti dikutip dari The Guardian.
Dalam pernyataan yang sama, militer Kuwait mengimbau masyarakat untuk mematuhi instruksi dan pedoman keamanan serta keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.