Liputan6.com, Jakarta - Asem-asem daging kuah segar merupakan hidangan Nusantara berkuah bening dengan perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih yang menyegarkan. Aroma rempahnya yang menenangkan menjadikannya pilihan cocok untuk makan siang maupun makan malam.
Hidangan ini diyakini berasal dari Jawa Tengah, dengan Demak sebagai salah satu daerah yang paling dikenal dengan masakan Asem-asem. Popularitasnya kemudian menyebar ke Surakarta (Solo), Yogyakarta, dan Jawa Timur hingga menjadi hidangan rumahan yang digemari.
Advertisement
Rasa asam khas asem-asem daging berasal dari bahan alami seperti asam jawa, belimbing wuluh, atau tomat hijau yang memberikan kesegaran pada kuah. Hidangan ini juga sering dilengkapi buncis, wortel, dan bumbu aromatik, serta cocok disajikan bersama nasi hangat sebagai penyeimbang hidangan bersantan atau gorengan. Berikut resep asem-asem daging kuah segar yang telah dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (5/6).
Rahasia Memilih Bahan dan Teknik Memasak
Pemilihan daging sapi sangat menentukan hasil asem-asem daging yang lezat dan empuk. Potongan seperti sandung lamur atau sengkel lebih disarankan karena mengandung cukup kolagen yang akan melunak saat direbus dan mampu menyerap bumbu dengan baik. Sebaliknya, penggunaan daging tenderloin tidak disarankan karena teksturnya yang terlalu empuk cenderung mudah hancur saat proses perebusan panjang.
Teknik merebus juga berpengaruh terhadap keempukan daging dan kejernihan kuah. Metode blansir atau merebus daging sebentar lalu membuang airnya, dapat membantu menghilangkan kotoran dan busa, sementara metode 5.30.7 (5 menit merebus, 30 menit matikan api dan diamkan, lalu 7 menit rebus lagi) kerap digunakan untuk menghemat gas sekaligus membuat daging lebih empuk.
Bawang merah dan bawang putih sebaiknya ditumis hingga harum untuk memperkaya aroma dan rasa kuah. Bahan pemberi rasa asam perlu ditambahkan pada waktu yang tepat, sedangkan kecap manis digunakan secukupnya agar tidak mengalahkan cita rasa asam khas hidangan ini.
Resep Asem-Asem Daging Kuah Segar
Bahan-bahan:
- 500 gram daging sapi (sandung lamur atau sengkel), potong dadu.
- 8-10 siung bawang merah, iris tipis.
- 4-6 siung bawang putih, iris tipis.
- 3 buah cabai merah besar, iris tebal.
- 5 buah cabai hijau besar, iris tebal.
- Cabai rawit utuh sesuai selera pedas.
- 3 cm lengkuas, memarkan.
- 2 lembar daun salam.
- 2 lembar daun jeruk (opsional).
- 5 sdm air asam jawa.
- 1 butir gula merah, sisir.
- Garam, merica, dan kaldu bubuk secukupnya.
- 3 sdm kecap manis.
- 3 buah belimbing wuluh, iris.
- 2 buah tomat hijau, potong-potong.
- 1/4 kg buncis, potong-potong.
- 2 buah wortel, potong-potong (opsional).
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis.
- 1-1.5 liter air.
Cara Membuat:
- Persiapan Daging: Rebus daging sapi yang sudah dipotong-potong dalam air mendidih selama beberapa menit, lalu buang air rebusan pertama untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, rebus kembali daging dengan air bersih (sekitar 2 liter) hingga empuk, bisa menggunakan metode 5.30.7 atau panci presto.
- Menumis Bumbu: Sambil menunggu daging empuk, panaskan sedikit minyak goreng. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, dan daun salam hingga harum.
- Memasak Kuah: Setelah bumbu harum, masukkan tumisan bumbu ini ke dalam rebusan daging. Tambahkan air asam jawa, gula merah, garam, merica, dan kecap manis. Aduk rata dan lanjutkan merebus.
- Menambahkan Sayuran: Terakhir, masukkan sayuran seperti buncis, wortel, tomat hijau, dan belimbing wuluh. Masak hingga semua bahan matang dan bumbu meresap sempurna ke dalam daging.
- Koreksi Rasa dan Sajikan: Koreksi rasa sesuai selera. Jika sudah pas, Asem-asem Daging Kuah Segar siap disajikan hangat bersama nasi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Asem-Asem Daging Kuah Segar
1. Apa itu asem-asem daging kuah segar?
Asem-asem daging kuah segar adalah hidangan berkuah khas Nusantara, khususnya Jawa Tengah, yang terkenal dengan perpaduan rasa asam, pedas, manis, dan gurih yang menyegarkan. Kuahnya bening, ringan, dan kaya akan aroma rempah.
2. Daging sapi jenis apa yang paling cocok untuk asem-asem daging?
Daging sandung lamur atau sengkel sangat disarankan karena memiliki cukup kolagen yang akan menjadi empuk setelah direbus lama dan mampu menyerap bumbu dengan baik. Daging tenderloin tidak disarankan karena terlalu empuk dan mudah hancur.
3. Bagaimana cara membuat daging empuk untuk asem-asem daging?
Daging dapat direbus dengan metode blansir (merebus sebentar, buang air kotor, lalu rebus lagi) atau metode 5.30.7 (5 menit merebus, 30 menit matikan api, diamkan, dan tutup panci, lalu 7 menit rebus lagi) untuk mendapatkan hasil yang empuk dan kuah yang bersih.
4. Dari mana asal rasa asam pada asem-asem daging?
Rasa asam pada asem-asem daging umumnya berasal dari penggunaan bahan-bahan alami seperti asam jawa, belimbing wuluh, atau tomat hijau.
5. Apakah asem-asem daging memiliki pengaruh kuliner lain?
Ahli kuliner Bondan Winarno menduga asem-asem daging mungkin memiliki pengaruh dari masakan Peranakan Tionghoa, berdasarkan pengamatannya di Semarang.