Dzulhijjah 2026 dari Tanggal Berapa sampai Tanggal Berapa? Simak Fase Penting dan Amalan-amalannya

Umat Islam perlu mengetahui bulan Dzulhijjah 2026 dari tanggal berapa sampai tanggal berapa agar dapat merencanakan amal ibadahnya dengan baik

oleh Muhamad RidloDiterbitkan 01 Juni 2026, 08:00 WIB
Puasa Dzulhijjah. (Ilustrasi: Pexels.com/Pixabay.com)

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu fase waktu paling agung dalam kalender Islam. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui Dzulhijjah 2026 dari tanggal berapa sampai tanggal berapa.

Dikenal sebagai bulan haji dan bulan kurban, Dzulhijjah juga termasuk dalam jajaran Asyhurul Hurum (bulan-bulan suci) di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Keutamaan Dzulhijjah, terutama 10 hari awal ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadis.

Terdapat berbagai amal dan ibadah yang dianjurkan di tiap fase, meliputi awal Dzulhijjah hingga akhir. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui rentang waktu sekaligus catatan jadwal tanggal-tanggal penting Dzulhijjah yang dikonversikan ke Kalender Masehi untuk merencanakan ibadahnya.

Merujuk Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kemenag dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai awal dan akhir Dzulhijjah 2026, beserta amalannya di tiap fase. Simak selengkapnya.

Rentang Waktu Dzulhijjah 2026

Tahun 2026 membawa kabar baik terkait harmonisasi penanggalan. Merujuk pada sinkronisasi antara Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, umat Islam di Indonesia akan mengawali dan mengakhiri bulan Dzulhijjah secara bersamaan.

Bulan Dzulhijjah 1447 H ditetapkan memiliki umur 29 hari dengan rincian jadwal sebagai berikut:

  • Awal Bulan (1 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 18 Mei 2026.
  • Akhir Bulan (29 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 15 Juni 2026.

Dengan rentang waktu tersebut, bulan Dzulhijjah membentang penuh mulai dari pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2026.

Tanggal-Tanggal Penting di Bulan Dzulhijjah 1447 H / 2026 M

Berikut adalah rangkuman singkat tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan:

  • Awal Bulan Dzulhijjah (1 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 18 Mei 2026
  • Hari Tarwiyah (Puasa Sunnah - 8 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 25 Mei 2026
  • Hari Arafah (Wukuf & Puasa Sunnah Utama - 9 Dzulhijjah 1447 H): Selasa, 26 Mei 2026
  • Idul Adha (Hari Raya Qurban - 10 Dzulhijjah 1447 H): Rabu, 27 Mei 2026
  • Hari Tasyrik (Dilarang Puasa - 11, 12, 13 Dzulhijjah 1447 H): Kamis-Sabtu, 28-30 Mei 2026

Catatan: Terdapat cuti bersama pada 28 Mei 2026. Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari.

Rangkaian Amalan Dzulhijjah dari Awal hingga Akhir

Mendulang pahala di bulan Dzulhijjah membutuhkan strategi dan ilmu. Abu Salma al-Atsari dalam E-Book Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha memberikan panduan komprehensif mengenai amalan yang disyariatkan sepanjang bulan ini. Rangkaian ibadah ini dapat dibagi ke dalam tiga fase utama:

1. Fase 10 Hari Pertama (18 Mei – 27 Mei 2026)

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari di mana amal saleh paling dicintai oleh Allah SWT, mengalahkan pahala jihad fi sabilillah. Amalan yang dianjurkan pada fase ini meliputi:

  • Menahan Diri dari Memotong Rambut dan Kuku: Terhitung sejak tanggal 1 Dzulhijjah (18 Mei), bagi umat Islam yang telah berniat dan mampu berkurban, disyariatkan untuk tidak memotong rambut dan kuku hingga hewan kurbannya disembelih.
  • Puasa Sunnah: Sangat dianjurkan untuk berpuasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puncaknya adalah Puasa Arafah (9 Dzulhijjah / Selasa, 26 Mei 2026) yang memiliki fadhilah menggugurkan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
  • Memperbanyak Takbir Mutlaq: Mengumandangkan takbir di mana saja dan kapan saja (di pasar, jalan, rumah) untuk mengagungkan kebesaran Allah.
  • Puncak Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah / Rabu, 27 Mei 2026): Dilaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah, diikuti dengan penyembelihan hewan kurban. Pada hari ini, umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

2. Fase Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah / 28 – 30 Mei 2026)

Hari Tasyrik merupakan hari raya untuk makan, minum, dan berzikir. Fase ini memiliki aturan dan amalan khusus:

  • Haram Berpuasa: Syariat melarang segala bentuk puasa pada hari-hari ini.
  • Melanjutkan Penyembelihan Kurban: Waktu penyembelihan hewan kurban masih membentang luas hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.
  • Takbir Muqayyad: Menggemakan takbir secara khusus setiap kali selesai menunaikan shalat fardhu berjamaah.

3. Fase Pasca-Tasyrik hingga Akhir Bulan (14 – 29 Dzulhijjah / 31 Mei – 15 Juni 2026)

Kesucian Dzulhijjah tidak berakhir usai Idul Adha dan Hari Tasyrik. Fase ketiga ini merupakan masa pembuktian untuk menjaga istiqamah beribadah:

  • Menggeser Puasa Ayyamul Bidh: Karena tanggal 13 Dzulhijjah terlarang untuk berpuasa, pelaksanaan puasa pertengahan bulan (Ayyamul Bidh) digeser pelaksanaannya menjadi tanggal 14, 15, dan 16 Dzulhijjah (Ahad-Selasa, 31 Mei – 2 Juni 2026).
  • Melanjutkan Puasa Senin-Kamis: Kembali merutinkan puasa mingguan pada hari Senin dan Kamis di sepanjang sisa bulan.
  • Imsak (Menahan Diri dari Maksiat): Mengingat Dzulhijjah adalah Bulan Haram, seluruh maksiat dan kezaliman memiliki bobot dosa yang dilipatgandakan. Umat Islam harus terus menjaga lisan, menghindari pertikaian, dan senantiasa memperbanyak sedekah serta istighfar hingga bulan ini berakhir pada 15 Juni 2026.

Mengetahui jadwal secara detail dari awal hingga akhir bulan akan membantu umat Islam mempersiapkan fisik, finansial, dan keilmuan. Jadikan rentang waktu dari 18 Mei hingga 15 Juni 2026 ini sebagai momentum transformasi spiritual untuk menjadi hamba yang lebih bertakwa.

Keutamaan Utama Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah memiliki sejumlah keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Berikut adalah lima keutamaan utamanya:

1. Sepuluh Hari Pertama adalah Hari Paling Utama

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan apa pun (mati syahid)." (HR. Bukhari). Ini menunjukkan betapa istimewanya waktu ini.

2. Allah SWT Bersumpah Demi Waktu Ini dalam Al-Qur'an

Dalam Surat Al-Fajr ayat 1-2, Allah SWT berfirman: "Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh." Mayoritas ulama tafsir, seperti Ibnu Abbas dan Ibnu Katsir, menafsirkan "malam yang sepuluh" tersebut adalah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Allah tidak akan bersumpah demi sesuatu kecuali benda/waktu itu memiliki kemuliaan yang besar.

3. Hari Arafah (9 Dzulhijjah) adalah Hari Pengampunan Dosa

Puasa pada hari Arafah menjadi penebus dosa selama dua tahun (satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya). Selain itu, pada hari ini Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka. Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi SAW bersabda: "Tidak ada satu hari pun di mana Allah membebaskan seorang hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah."

4. Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik adalah Hari Makan dan Minum serta Dzikir

Tanggal 10-13 Dzulhijjah adalah hari-hari yang penuh keberkahan. Umat Islam dilarang berpuasa pada hari-hari ini sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas nikmat Allah SWT. Bagi yang berqurban, hari-hari ini adalah waktu penyembelihan dan menikmati hidangan dari hewan qurban.

5. Di dalamnya Terkumpul Ibadah-Amalan Utama

Tidak ada bulan lain yang menghimpun ibadah sebesar dan semulia bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini, ibadah haji (rukun Islam kelima), wukuf, qurban, serta berbagai amalan sunnah seperti puasa, dzikir, dan shalat berjamaah (termasuk shalat Idul Adha) dapat dilaksanakan secara bersamaan, sehingga pahala yang diperoleh berlipat ganda.

Pertanyaan Seputar Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah 2026 tanggal berapa?

Bulan Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan bulan Mei hingga Juni 2026 M. Awal bulan (1 Dzulhijjah) jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Bulan ini sangat istimewa karena di dalamnya terdapat rangkaian ibadah haji serta Hari Raya Idul Adha.

Tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada hari apa?

Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan kalender hijriah dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Dzulhijjah ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah haji serta puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah.

Kapan bulan Dzul Hijjah 2026?

Bergantung pada penampakan bulan, bulan Dzul Hijjah diperkirakan akan dimulai pada hari Senin, 18 Mei 2026 , dengan ibadah haji berlangsung mulai hari Senin, 25 Mei 2026. Tanggal 9 Dzul Hijjah (Hari Arafah) diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Tanggal 10 Dzul Hijjah (Idul Adha) kemungkinan besar akan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Puasa Arafah 2026 tanggal berapa?

Puasa Tarwiyah, yang jatuh pada 8 Dzulhijjah, akan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026. Sementara itu, puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Adapun Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya