Harga Perak Antam Hari Ini 28 Mei 2026 Turun Rp 1.850

Berikut harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis, (28/5/2026), saat harga perak dunia turun.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Mei 2026, 13:00 WIB
(Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melemah pada Kamis, (28/5/2026). Koreksi harga perak Antam ini mengikuti harga perak dunia dan harga emas Antam juga tertekan.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 1.850 menjadi Rp 49.150. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam  dibanderol Rp 51.000.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 12.812.500 dan perak batangan 500 gram dibanderol Rp 24.700.000.

Sementara itu, mengutip tradingeconomic.com, harga perak turun 3,15% menjadi US$ 71,91. Harga perak turun mendekati USD 73 per ounce pada Kamis, mencapai titik terendah dalam tiga minggu karena laporan serangan baru AS terhadap situs militer Iran memudarkan prospek negosiasi perdamaian, dan tetap fokus perhatian pada kekhawatiran inflasi dan suku bunga.

Perselisihan utama juga tetap belum terselesaikan, termasuk desakan Iran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan meneruskan program nuklir-nya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan kalau AS tidak akan menyetujui apa yang disebutnya sebagai kesepakatan yang buruk dan menolak pelonggaran sanksi terhadap Iran meskipun Teheran menuntut bantuan keuangan dan penghentian serangan.

Bahkan jika kedua pihak bergerak lebih dekat ke kesepakatan, harga energi yang tinggi akan terus memicu tekanan inflasi dan mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama ketimbang melanjutkan pemangkasan suku bunga. Harga perak saat ini turun lebih dari 20% sejak perang dimulai.

Harga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam 2 Bulan

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas merosot ke level terendah dalam hampir dua bulan pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Harga emas dunia tertekan oleh meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat untuk meredam lonjakan inflasi di tengah konflik berkepanjangan antara Iran dan pihak sekutunya di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2026), harga emas di pasar spot turun 1,3% menjadi USUSD 4.450,09 per ons setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 30 Maret 2026. Sementara itu, harga emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juni juga melemah 1,2% ke posisi USD 4.448,90 per ons.

Wakil Presiden sekaligus analis senior logam mulia di Zaner Metals, Peter Grant mengatakan bahwa situasi di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar emas.

“Masih ada sedikit optimisme di pasar sebelumnya, tetapi semakin lama konflik berlangsung, optimisme tersebut mulai memudar,” ujar Grant.

Ia menambahkan bahwa konflik yang terus berkepanjangan turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Tekanan terhadap harga emas sudah berlangsung sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari lalu. Penutupan efektif Selat Hormuz yang merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, telah memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 31%.

Kenaikan harga energi tersebut memperbesar tekanan inflasi global dan memicu spekulasi bahwa bank-bank sentral di berbagai negara akan kembali menaikkan suku bunga acuan.

 

 

 

Iran dan AS Bahas Kerangka Kesepakatan Awal

Harga emas Antam lebih mahal Rp 13.000 menjadi Rp 2.665.000 per gram. Tampak dalam foto, seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Di tengah ketegangan tersebut, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menerima rancangan awal kerangka nota kesepahaman tidak resmi dengan Amerika Serikat.

Dalam rancangan itu, Iran disebut bersedia memulihkan aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke tingkat normal sebelum perang dalam waktu satu bulan. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan menarik pasukan militernya dan menghentikan blokade laut yang diberlakukan sebelumnya.

Laporan tersebut sempat membuat harga emas mengurangi sebagian kerugiannya, meskipun sentimen pasar secara umum masih negatif.

 

 

The Fed Diperkirakan Kerek Suku Bunga

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Pelaku pasar kini memperkirakan inflasi yang dipicu lonjakan harga energi akan mendorong bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Meski emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia ini cenderung kurang diminati saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan bahwa bank sentral AS harus tetap fokus menahan risiko inflasi yang mulai meningkat. Namun, ia menilai masih terlalu dini untuk memastikan kapan perubahan kebijakan suku bunga akan dilakukan.

Investor saat ini menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, termasuk indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk April yang dijadwalkan terbit pada Kamis. Data tersebut dipandang sebagai salah satu indikator utama untuk menentukan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.  

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya