Langkah Berkelanjutan dengan Penanaman Mangrove hingga Perlindungan Satwa Laut

Praktik berkelanjutan mulai dari rehabilitasi mangrove hingga perlindungan satwa laut di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 28 Mei 2026, 00:45 WIB
Dalam upaya melestarikan lingkungan, penanaman 1.001 bibit mangrove di Teluk Benoa, Kabupaten Badung, Bali. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ancaman terhadap ekosistem pesisir serta laut, langkah kecil sering kali menjadi awal dari perubahan besar.

Dari satu transaksi, satu rekening, hingga satu keputusan sederhana untuk menabung, ternyata dapat tumbuh menjadi gerakan kolektif untuk menjaga bumi.

"Pemahaman itulah yang mendorong lahirnya berbagai inisiatif green product banking, yang tidak hanya menghadirkan manfaat finansial bagi nasabah, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan yang nyata bagi Indonesia," ujar Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai, Rabu (27/5/2026).

Dia mengatakan, PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) melalui program TORA Green Savings dan Blue Ocean Savings, menjalankan praktik perbankan berkelanjutan yang diterjemahkan ke dalam aksi konkret, mulai dari rehabilitasi mangrove hingga perlindungan satwa laut.

"Sepanjang 2025, sebagian kontribusi dari produk tabungan hijau berhasil dihimpun menjadi dana donasi lingkungan. Dari program TORA Green Savings, terkumpul dana lebih dari Rp59 juta yang kemudian diarahkan untuk mendukung proyek restorasi lingkungan di Indonesia," papar Fukadai.

"Salah satu implementasi utamanya dilakukan bersama Carbon Ethics melalui proyek penanaman mangrove di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu dengan nilai program sekitar Rp 17,6 juta," sambung dia.

 

Alasan Penanaman Mangrove

Menurut Fukadai, mangrove merupakan benteng alami yang membantu mengurangi abrasi, melindungi garis pantai dari gelombang ekstrem, menjadi habitat penting berbagai spesies laut, sekaligus dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif di dunia.

"Program yang dijalankan mencakup pemantauan selama tiga tahun, lengkap dengan laporan monitoring dan evaluasi berkala, serta dashboard pemantauan daring yang memungkinkan perkembangan dan dampak program dapat ditelusuri secara transparan," papar dia.

Dengan pendekatan tersebut, lanjut Fukadai, setiap kontribusi nasabah tidak berhenti pada proses donasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan pemulihan lingkungan yang dapat dipantau manfaat jangka panjangnya.

"Komitmen keberlanjutan tidak berhenti di wilayah pesisir. Melalui Blue Ocean Savings, gerakan hijau diperluas ke ranah konservasi laut dan perlindungan biodiversitas," terang dia.

 

Gandeng Sejumlah Pihak

Hingga akhir 2025, menurut Fukadai, program ini berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp73,6 juta yang berasal dari kontribusi perusahaan dan partisipasi nasabah melalui sekitar 310 rekening dari berbagai cabang J Trust Bank.

"Untuk memperluas dampaknya, program tersebut menggandeng sejumlah organisasi lingkungan, antara lain Members of Nature, Sungai Watch, Divers Clean Action, Konservasi Indonesia, dan Pandawara," kata dia.

Fukadai menjelaskan, salah satu program yang tengah dipersiapkan bersama Members of Nature adalah adopsi bayi penyu dan pelepasliaran tukik ke laut yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 dengan opsi lokasi di Bali atau Kalimantan.

Dia mengatakan, program tersebut didukung proposal anggaran sekitar Rp35,9 juta serta dilengkapi pelaporan anggaran, monitoring-evaluasi, dan laporan dampak program.

"Melalui kedua program tersebut, konsep keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai agenda tambahan di luar aktivitas bisnis, melainkan menjadi bagian dari ekosistem produk dan partisipasi nasabah," papar Fukadai.

Dari rekening tabungan yang dikelola sehari-hari, lanjut dia, lahir dukungan terhadap restorasi mangrove, pengurangan emisi karbon, konservasi satwa laut, hingga penguatan tata kelola program berbasis pemantauan dan pengukuran dampak.

"Model ini menunjukkan keputusan finansial sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan lingkungan," kata dia.

"Sebab pada akhirnya, menjaga bumi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, perubahan justru tumbuh dari sesuatu yang sederhana: satu tabungan, satu kontribusi, dan satu komitmen bersama untuk meninggalkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang," jelas Ritsuo Fukadai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya