Mulai Pulih, Industri Keramik Bidik Utilitas 75% di 2026

Utilisasi industri keramik nasional ditargetkan bisa mencapai di 75% pada tahun ini.

oleh Septian DenyDiterbitkan 25 Mei 2026, 16:15 WIB
Diperkirakan Industri keramik nasional mulai bangkit tahun depan, Jakarta, Selasa (29/11). Kebangkitan industri keramik ditandai penurunan harga gas industri dan stabilnya pertumbuhan ekonomi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) meyakini utilisasi industri keramik nasional pada tahun ini bisa mencapai target di 75%. Hal ini seiring tren pemulihan positif di tengah dinamika global.

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto dalam konferensi pers Indonesia’s Integrated Building, Design and Property Expo di Jakarta menyampaikan target tersebut direvisi dari yang semula di angka 80%, menjadi sekitar 73%-75%.

"Kita masih bisa mengejar target, kami sudah merevisi. Target awal 80% tingkat utilisasi. Namun yang terbaru ini kami merevisi target utilisasi 2026 73% sampai 75%," katanya dikutip dari Antara, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, utilisasi industri keramik nasional sempat berada di level tertinggi pada 2021 dengan kisaran 75%. Namun setelah itu mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah pada 2024 di level 66 persen.

Meski demikian, menurutnya, kondisi industri mulai membaik pada 2025. Berdasarkan data terbaru Januari hingga Mei 2026, utilisasi industri keramik tercatat mencapai 72%.

Lebih lanjut, ia memaparkan, pada 2020 komposisi keramik segmen menengah atas hanya sekitar 23% dari total kapasitas industri, namun pada 2026 porsinya meningkat menjadi 33% seiring ekspansi pabrik.

Selain peningkatan kualitas produk, industri keramik nasional juga terus melakukan ekspansi kapasitas produksi. Sepanjang 2020 hingga 2024, industri telah menambah kapasitas sekitar 73 juta meter persegi, sementara pada periode 2025 hingga 2029 direncanakan tambahan ekspansi sekitar 90 juta meter persegi.

Dengan total tambahan kapasitas hampir 165 juta meter persegi tersebut, menurut Edy industri dalam negeri sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik tanpa bergantung pada impor.

Ia juga menilai kualitas produk keramik nasional kini telah setara dengan negara-negara produsen besar dunia.

 

Kapasitas Terpasang Industri Keramik

Ilustrasi industri keramik. (AP Photo/Ajit Solanki)

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional saat ini telah mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun, dengan tingkat utilisasi produksi yang diperkirakan mencapai 73 persen pada 2025, serta menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja.

Kemenperin juga terus memperkuat daya saing dan kinerja industri keramik nasional melalui berbagai inisiatif strategis.

Upaya tersebut meliputi penerapan standar industri hijau, transformasi menuju industri 4.0, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta modernisasi pabrik dengan pemanfaatan teknologi digital, dan teknologi manufaktur terkini.

Selain itu, penguatan inovasi desain berbasis tren global juga didorong dengan tetap mengangkat kekayaan budaya Indonesia sebagai diferensiasi produk keramik nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya