Liputan6.com, Jakarta - Lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada sesi pertama perdagangan saham Senin, (25/5/2026). Namun, IHSG mampu ditutup menguat di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan dolar AS betah di Rp 17.715.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,93% ke 6.219,34 pada sesi pertama perdagangan saham. Indeks saham LQ45 melompat 1,88% menjadi 632,12. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.239,59 dan level terendah 6.124,57. Sebanyak 204 saham melemah sehingga bebani IHSG dan 99 saham diam di tempat. Akan tetapi, 511 saham menghijau sehingga angkat IHSG.
Transaksi perdagangan antara lain tercatat total frekuensi perdagangan 1.267.010 kali dengan volume perdagangan saham 17 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,3 triliun.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi dan logistic melesat 4,19%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri naik 0,81%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,55%, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,99%. Selanjutnya sektor saham kesehatan mendaki 0,42%, sektor saham keuangan menguat 1,06%, sektor saham properti bertambah 1,24%, sektor saham teknologi mendaki 0,52% dan sektor saham infrastruktur naik 0,96%. Sementara itu, sektor saham energi turun 1,35% dan sektor saham basic melemah 0,44%.
Harga saham RAJA pada sesi pertama ditutup 1,46% menjadi Rp 3.370 per saham. Harga saham RAJA dibuka naik 20 poin menjadi Rp 3.440 per saham. Saham RAJA berada di level tertinggi Rp 3.520 dan terendah Rp 3.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.761 kali dengan volume perdagangan saham 142.842 saham. Nilai transaksi Rp 48,4 miliar.
Gerak Saham
Harga saham FILM melonjak 16,99% menjadi Rp 2.410 per saham. Harga saham FILM dibuka menjadi Rp 2.150 per saham dari sebelumnya Rp 2.060 per saham. Saham FILM berada di level tertinggi Rp 2.480 dan terendah Rp 2.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.330 kali dengan volume perdagangan saham 44.261 saham. Nilai transaksi Rp 10,5 miliar.
Harga saham BULL terpangkas 1,45% menjadi Rp 408 per saham. Saham BULL dibuka naik menjadi Rp 426 per saham dari sebelumnya Rp 414 per saham. Harga saham BULL berada di level tertinggi Rp 428 dan terendah Rp 396 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.047 kali dengan volume perdagangan saham 1.592.040 saham. Nilai transaksi Rp 65,4 miliar.
Harga saham MINA berbalik arah menguat 1,29% menajadi Rp 314 per saham. Saham MINA dibuka naik dua poin menjadi Rp 312 per saham. Harga saham MINA berada di level tertinggi Rp 326 dan terendah Rp 292 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.216 kali dengan volume perdagangan saham 22.227.751 saham. Nilai transaksi Rp 68,7 miliar.
Prediksi IHSG dan Saham Pilihan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin, (25/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.899. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG naik 1,1% menjadi 6.162 dan disertai dengan mulai munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 22 Mei 2026. Pada timeframe weekly, IHSG merosot 8,35% dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899, sekaligus area supportnya,” kata dia.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan IHSG masih rawan koreksi selama sepekan mengingat ada outflow akibat MSCI dan FTSE serta hari perdagangan yang cenderung pendek.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.890-6.220.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).