Sebanyak 49 orang dari 11 negara menjadi korban saat pesawat QV301 rute ibukota Laos, Vientiane ke Pakse jatuh ke Sungai Mekong.
Pengumuman resmi yang dikeluarkan Pemerintah Laos menyebut, korban tewas terdiri dari 44 penumpang dan 5 kru pesawat.
"Saat bersiap mendarat di Bandara Pakse, pesawat memasuki kondisi cuaca buruk dan dilaporkan jatuh ke Sungai Mekong," demikian pernyataan resmi Pemerintah Laos, seperti dimuat New Zealand Herald, Kamis (17/10/2013).
Cuaca buruk dituding sebagai faktor utama kecelakaan yang menimpa burung besi milik maskapai Laos Airlines itu.
Kecelakaan terjadi pada Rabu pukul 16.10 waktu setempat, hanya 8 kilometer dari destinasi Pakse, yang dekat perbatasan Laos dengan Thailand dan Kamboja.
Pejabat Laos Airlines yang tak disebut namanya menyebut cuaca ekstrem diduga menjadi penyebab utama. "Cuaca buruk saat pesawat bersiap mendarat bisa menjadi faktor kecelakaan. Kami menyadari bahwa tak ada korban selamat dalam insiden ini, namun kami masih menyelidikinya," kata dia.
Sementara seorang pejabat penerbangan senior mengatakan, ujung ekor Topan Nari mungkin menjadi salah satu faktor penyebab. Bagian selatan Laos terdampak Topan Nari, yang menghantam wilayah tersebut Selasa lalu.
Para penumpang yang berjumlah 44 orang, 17 di antaranya dari Laos, 5 Australia, 7 Prancis, 5 Thailand, 3 Korsel, 2 Vietnam, dan masing-masing 1 orang dari AS, Kanada, China, Malaysia, dan Taiwan.
Laos Airlines dioperasikan sejak 1976. Maskapai itu mengangkut 658 ribu penumpang tahun lalu dan hanya menerbangkan 14 pesawat, sebagian besar adalah pesawat dengan baling-baling.
Maskapai beroperasi di 7 rute domestik, dan juga punya rute internasional ke China, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Singapura. (Ein/Sss)
Pengumuman resmi yang dikeluarkan Pemerintah Laos menyebut, korban tewas terdiri dari 44 penumpang dan 5 kru pesawat.
"Saat bersiap mendarat di Bandara Pakse, pesawat memasuki kondisi cuaca buruk dan dilaporkan jatuh ke Sungai Mekong," demikian pernyataan resmi Pemerintah Laos, seperti dimuat New Zealand Herald, Kamis (17/10/2013).
Cuaca buruk dituding sebagai faktor utama kecelakaan yang menimpa burung besi milik maskapai Laos Airlines itu.
Kecelakaan terjadi pada Rabu pukul 16.10 waktu setempat, hanya 8 kilometer dari destinasi Pakse, yang dekat perbatasan Laos dengan Thailand dan Kamboja.
Pejabat Laos Airlines yang tak disebut namanya menyebut cuaca ekstrem diduga menjadi penyebab utama. "Cuaca buruk saat pesawat bersiap mendarat bisa menjadi faktor kecelakaan. Kami menyadari bahwa tak ada korban selamat dalam insiden ini, namun kami masih menyelidikinya," kata dia.
Sementara seorang pejabat penerbangan senior mengatakan, ujung ekor Topan Nari mungkin menjadi salah satu faktor penyebab. Bagian selatan Laos terdampak Topan Nari, yang menghantam wilayah tersebut Selasa lalu.
Para penumpang yang berjumlah 44 orang, 17 di antaranya dari Laos, 5 Australia, 7 Prancis, 5 Thailand, 3 Korsel, 2 Vietnam, dan masing-masing 1 orang dari AS, Kanada, China, Malaysia, dan Taiwan.
Laos Airlines dioperasikan sejak 1976. Maskapai itu mengangkut 658 ribu penumpang tahun lalu dan hanya menerbangkan 14 pesawat, sebagian besar adalah pesawat dengan baling-baling.
Maskapai beroperasi di 7 rute domestik, dan juga punya rute internasional ke China, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Singapura. (Ein/Sss)