Liputan6.com, Jakarta - Prahara seputar proyek ponsel pintar "Trump Mobile" tampaknya kian memburuk. Belum juga unit gawai sampai ke tangan konsumen setelah mengalami penundaan berbulan-bulan, perusahaan kini justru tersandung skandal kebocoran data pribadi para pembelinya di jagat maya.
Ponsel pintar pertama besutan Trump Mobile--santer disebut-sebut hanyalah sebuah rebranding dari HTC U24 Pro keluaran 2024--pada awalnya dijadwalkan mulai dikirimkan kepada pemesan pada Agustus atau September 2025.
Advertisement
Meski tenggat waktu tersebut meleset jauh, perusahaan belakangan mengklaim bahwa proses pengiriman unit akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Namun, alih-alih membawa kabar segar, Trump Mobile justru dihantam isu krusial. Pihak manajemen mengonfirmasi kepada media teknologi TechCrunch bahwa ketelodoran pada situs web resmi mereka telah mengekspos data-data sensitif milik pelanggan ke ruang publik.
Informasi yang bocor tersebut mencakup nama lengkap, nomor telepon, alamat rumah, hingga alamat surel (email) para pembeli. Demikian sebagaimana dikutip dari GSMArena, Minggu (24/5/2026).
Saat ini, Trump Mobile mengklaim tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut. Walau demikian, mereka berdalih belum menemukan bukti adanya penyalahgunaan data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Asal Usul Kebocoran Data
Juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, mengungkapkan bahwa kebocoran ini diduga kuat berkaitan dengan platform penyedia layanan pihak ketiga yang menyokong operasional tertentu dari Trump Mobile. Kendati begitu, Walker enggan membeberkan identitas perusahaan pihak ketiga yang dimaksud.
Menariknya, manajemen Trump Mobile bersikeras menegaskan bahwa tidak ada pembobolan atau peretasan yang menembus jaringan, sistem, atau pun infrastruktur mereka.
Pernyataan ini dinilai ironis oleh sejumlah pengamat, sebab pelaku luar memang tidak perlu repot-repot melakukan peretasan. Seluruh data pelanggan tersebut sudah tersaji secara terbuka dan dapat diakses oleh siapapun yang mengunjungi situs web mereka.
Hingga saat ini, ketidakpastian masih membayangi para konsumen. Walker menambahkan Trump Mobile baru dalam tahap "mengevaluasi" apakah mereka perlu memberikan notifikasi resmi kepada para pelanggan yang terdampak mengenai kebocoran data pribadi ini atau tidak.