Dolar AS Makin Ganas, Jaecoo Ungkap Nasib Harga J5 EV

Jaecoo sudah melakukan langkah antisipasi sejak awal untuk menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 22 Mei 2026, 13:09 WIB
Harganya Selisih Rp 50 Juta, Ini Beda Jaecoo J5 EV Standard dan Premium (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai menjadi perhatian pelaku industri otomotif nasional. Namun, Jaecoo Indonesia memastikan harga produknya masih belum mengalami perubahan meski kurs dolar AS kini menyentuh level Rp 17.700.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama mengatakan, pihak manajemen sudah melakukan langkah antisipasi sejak awal untuk menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang.

“Tentunya dari manajemen kami, Jaecoo, sudah melakukan persiapan. Dan kita ada tim yang memang memantau pergerakan kondisi perekonomian ini,” ujar Ilham di kawasan Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026).

Meski rupiah terus melemah terhadap dolar AS, Jaecoo saat ini masih mempertahankan banderol seluruh modelnya di Indonesia. Salah satunya adalah Jaecoo J5 EV yang tetap dijual dengan harga Rp 309,9 juta.

“Jadi untuk saat ini harga masih tetap. Misalkan untuk J5 ini masih Rp 309,9 juta. Dan apakah nanti ada kenaikan atau tidak, kita masih terus memantau,” lanjut Ilham.

Ia juga mengungkapkan bahwa perusahaan masih terus mengevaluasi kondisi pasar sebelum mengambil keputusan terkait kemungkinan penyesuaian harga di masa mendatang.

“Untuk ke depannya seperti apa, tentunya dari manajemen pun sudah melihat dan memprediksi seperti apa. Untuk berapa lama bertahannya kita belum tahu,” tambahnya.

Menurut Ilham, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor penting yang dipantau perusahaan.

Pasalnya, pelemahan rupiah bisa berdampak langsung terhadap biaya produksi maupun impor kendaraan dan komponen.

“Nilai tukar rupiah terus lemah terhadap dolar Amerika, tentunya itu akan menjadi concern kita juga,” jelasnya.

Karena itu, Jaecoo memilih untuk terus memonitor kondisi ekonomi sekaligus melakukan evaluasi internal agar tetap mampu menjaga daya saing harga di pasar otomotif nasional.

 

Tren Penjualan Positif

Di tengah tekanan ekonomi global dan penguatan dolar AS, penjualan Jaecoo Indonesia justru menunjukkan tren positif sepanjang empat bulan pertama 2026.

Ilham menyebut, bukan hanya Jaecoo J5 EV yang mencatatkan performa penjualan baik sebagai salah satu SUV listrik terlaris periode Januari-April 2026, model lain seperti Jaecoo J7 dan Jaecoo J8 juga mengalami peningkatan permintaan.

“Kalau untuk penjualan, secara total kita tumbuh. Dan untuk J7, J8 pun terdorong,” kata Ilham.

Jaecoo melihat kebutuhan konsumen Indonesia semakin beragam. Karena itu, pabrikan asal China tersebut tidak hanya menawarkan kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV), tetapi juga teknologi New Energy Vehicle (NEV) berbasis plug-in hybrid.

Menurut Ilham, karakter konsumen dari masing-masing model juga berbeda. Pengguna Jaecoo J7 dan Jaecoo J8 umumnya masih membutuhkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh dengan fleksibilitas pengisian bahan bakar.

“Kalau untuk yang J7 dan J8 adalah mereka yang ada kebutuhan untuk jarak lebih jauh dan juga masih ada kebutuhan untuk mengisi bensin,” jelasnya.

Sementara itu, konsumen Jaecoo J5 EV disebut lebih memilih kendaraan berbasis listrik penuh untuk mobilitas harian yang efisien dan ramah lingkungan.

Berdasarkan data penjualan, Jaecoo J5 EV membukukan retail sales sebanyak 10.587 unit, sementara wholesales mencapai 11.006 unit selama Januari-April 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya