Liputan6.com, Jakarta: Pertunjukan tari masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara, digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (11/1). Tarian-tarian ini menggambarkan kehidupan dan tradisi masyarakat Muna.
Tarian pertama yang ditampilkan para seniman tari adalah tarian warga Muna ketika menjelang panen jagung. Tujuannya untuk mengusir burung yang hendak memakan tanaman untuk mengusir kejenuhan saat menjaga tanaman jagung mereka.
Yang kedua adalah Tari Linda. Tarian ini biasa dilakukan untuk menyambut tamu. Tari ini menggambarkan sikap santun terhadap orang yang lebih dewasa atau yang sedang bertamu.
Sedangkan yang ketiga yang dipertunjukkan adalah tarian Kampua. Tarian ini menggambarkan wanita yang sedang dipingit menjelang dewasa. Tari ini dilakukan oleh perempuan berusia delapan tahun. Tradisi ini biasanya digelar selama tujuh hari tujuh malam. Saat itu, wanita yang sedang dipingit tak boleh keluar rumah dan menerima tamu.
Tradisi asal Muna ini ditampilkan di TMII dihadapan ratusan warga Muna yang tinggal di Ibu Kota. Kesenian ini sengaja ditampilkan untuk mengingatkan warga Muna akan kampung halamannya setelah sekian lama merantau. Warga Muna biasanya hidup di pesisir pantai dan bisa pergi merantau setelah dianggap dewasa.(LIA/Johan Heru dan Doni Indradi)
Tarian pertama yang ditampilkan para seniman tari adalah tarian warga Muna ketika menjelang panen jagung. Tujuannya untuk mengusir burung yang hendak memakan tanaman untuk mengusir kejenuhan saat menjaga tanaman jagung mereka.
Yang kedua adalah Tari Linda. Tarian ini biasa dilakukan untuk menyambut tamu. Tari ini menggambarkan sikap santun terhadap orang yang lebih dewasa atau yang sedang bertamu.
Sedangkan yang ketiga yang dipertunjukkan adalah tarian Kampua. Tarian ini menggambarkan wanita yang sedang dipingit menjelang dewasa. Tari ini dilakukan oleh perempuan berusia delapan tahun. Tradisi ini biasanya digelar selama tujuh hari tujuh malam. Saat itu, wanita yang sedang dipingit tak boleh keluar rumah dan menerima tamu.
Tradisi asal Muna ini ditampilkan di TMII dihadapan ratusan warga Muna yang tinggal di Ibu Kota. Kesenian ini sengaja ditampilkan untuk mengingatkan warga Muna akan kampung halamannya setelah sekian lama merantau. Warga Muna biasanya hidup di pesisir pantai dan bisa pergi merantau setelah dianggap dewasa.(LIA/Johan Heru dan Doni Indradi)