ASN Jebolan IPDN Sembunyikan Vape Narkoba dalam Roti

Polrestabes Medan membongkar modus baru peredaran narkoba yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumut.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 21 Mei 2026, 18:38 WIB
Barang bukti vape narkoba yang disembunyikan dalam roti tawar. (Dok. Istimewa)

 

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan berhasil membongkar modus baru peredaran narkoba yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Pelaku yang diketahui merupakan jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berinisial FIS (25), diringkus petugas lantaran kedapatan menguasai rokok elektrik (vape) yang mengandung zat narkoba. Uniknya, untuk mengelabui petugas, pelaku nekat menyembunyikan barang haram tersebut di dalam tumpukan roti tawar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (21/5/2026) di Polrestabes Medan, penangkapan warga asal Kabupaten Batubara ini bermula dari keresahan masyarakat.

Warga di sekitar rumah kos pelaku yang berada di Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, menaruh curiga terhadap aktivitas FIS yang kerap menerima paket kiriman misterius.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Pada Selasa (19/5/2026) sore, petugas mendapati FIS baru saja tiba di kosnya dengan membawa sebungkus roti tawar. Namun, kejelian petugas melihat kemasan roti yang tampak tidak wajar dan mencurigakan berbuah hasil.

"Saat digeledah, disitulah petugas menemukan satu bungkus vape berlogo Batman yang disimpan (diselipkan) di dalam tumpukan roti tawar yang dibawanya," jelas Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha.

 

Positif Narkoba

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, cairan vape bermerek pahlawan super tersebut positif mengandung zat berbahaya.

"Penangkapan ini merupakan respons kami atas informasi dari masyarakat. Dalam kasus ini, kami menyita satu bungkus vape narkoba yang kandungannya etomidate," ungkap Rafli.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap oknum ASN muda tersebut. Polisi tengah mendalami apakah peran FIS merupakan pengguna akhir atau justru bagian dari jaringan pengedar vape narkoba di Kota Medan.

"Tim kami masih bekerja, kami masih mendalami keterangan pelaku, termasuk perannya dalam kasus ini apakah sebatas pengguna atau justru masuk dalam jaringan. Kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut," tegas Rafli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya