IHSG Tersungkur 2,76% pada Sesi Pertama saat Bursa Saham Asia Melejit

Sebanyak 601 saham melemah sehingga bebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan saham, Kamis, (21/5/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Mei 2026, 12:27 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama perdagangan saham, Kamis (21/5/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama perdagangan saham, Kamis (21/5/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia menguat. Analis menilai, tekanan terhadap IHSG didorong sentimen internal dan global.

Mengutip data RTI, IHSG anjlok 2,76% menjadi 6.144,35. Indeks saham LQ45 turun 1,56%. Seluruh indeks saham acuan melemah.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, tekanan terhadap IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, sentimen hasil rebalancing MSCI, di mana beberapa saham big caps atau kapitalisasi besar yang dikeluarkan dari konstituen mendorong terjadinya outflow terutama menjelang effective date rebalancing MSCI.

Kedua, BI rate naik sebesar 50 basis poin (bps)menjadi 5,25% untuk menjaga stabilitas Rupiah.

"Ini berisiko mengerem pertumbuhan kredit bank,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

Ketiga, hasil FOMC Minutes menunjukkan suku bunga AS masih akan ditahan tinggi karena inflasi mereka yang masih tinggi. Herditya prediksi, tekanan IHSG masih berlanjut pada sesi kedua perdagangan saham.

"Sesi 2 kami perkirakan IHSG masih bergerak terkoreksi,” kata dia.

Pada sesi pertama, IHSG ditutup di level tertinggi 6.378,81 dan level terendah 6.134,99. Sebanyak 601 saham melemah dan 118 saham menguat. Sementara itu, 94 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.285.918 kali dengan volume perdagangan saham 19,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.648.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 5,02%. Sektor saham basic turun 6,49%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri tergelincir 4,02%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,07%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 4,11%, dan sektor saham kesehatan melemah 1,29%.

Sementara itu, sektor saham keuangan susut 1,1%, sektor saham properti merosot 2,35%, sektor saham teknologi turun 0,935, sektor saham infrastruktur melemah 3,88% dan sektor saham transportasi terperosok 4,69%.

Bursa Saham Asia Pasifik Menguat

Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Koreksi IHSG ini terjadi di tengah bursa saham Asia Pasifik yang menguat pada Kamis pekan ini. Bursa saham Asia Pasifik naik mengikuti wall street seiring harapan konflik di Timur Tengah dapat segera selesai sehingga menekan harga minyak.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington berada dalam "tahap akhir" negosiasi dengan Iran. Hal itu membantu meningkatkan optimisme investor. Demikian mengutip CNBC, Kamis (21/5/2026).

Harga minyak mengalami kenaikan tajam karena pemerintahan Trump memblokade pelabuhan Iran, sementara Selat Hormuz, salah satu jalur air energi terpenting di dunia, secara efektif ditutup oleh Teheran.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,52% setelah rilis data perdagangan terbaru negara tersebut.

Ekspor meningkat dengan laju tercepat sejak Januari, naik 14,8% pada April, melebihi ekspektasi berkat lonjakan pengiriman semikonduktor. Impor tumbuh 9,7% tahun-ke-tahun, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 8,3%, menurut data pemerintah. Neraca perdagangan negara tersebut menyempit menjadi 301,9 miliar yen pada April, dari 643 miliar yen pada Maret.

Sementara itu, saham SoftBank Group melonjak hampir 20%, di tengah tanda-tanda momentum kuat AI setelah pendapatan luar biasa Nvidia.

 

Indeks Kospi Menguat

Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks Kospi Korea Selatan memperpanjang kenaikan awal menjadi naik 7,68% sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan kecil naik 5,02%. Saham unggulan indeks, Samsung Electronics, bertambah lebih dari 6% setelah pemogokan yang melibatkan lebih dari 47.000 pekerjanya berhasil dicegah menyusul terobosan dalam negosiasi upah. Saham unggulan indeks lainnya, SK Hynix, naik 11%.

Ahli strategi global dan kepala departemen investasi global Yuanta Securities (Korea), Daniel Yoo memperkirakan Kospi mencapai 10.000 pada akhir tahun.

Korea Selatan akan memulai perdagangan spot dolar-won 24 jam pada 6 Juli, kata kementerian keuangan dalam sebuah pernyataan pada Kamis, sebagai bagian dari reformasi pasar modal yang sedang berlangsung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,69%. Indeks CSI 300 China naik 0,56%, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong kehilangan kenaikan awal dan diperdagangkan datar.

Indeks Nifty 50 India naik 0,42%, sementara BSE Sensex naik 0,50%.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,78% menjadi USD 99,03 per barel dalam perdagangan Asia pada hari Kamis, sementara minyak mentah Brent naik 0,67% menjadi USD 105,72 per barel. Pada sesi Rabu, harga WTI turun 5,66% dan ditutup pada USD 98,26 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 5,63% dan ditutup pada USD 105,02 per barel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya