Balet Bolshoi Mendobrak Tradisi

Teater Balet Bolshoi Rusia di Moskow menggelar pementasan "Romeo and Juliet" dengan gaya mederen. Kritikus balet Rusia menuntut Bolshoi berpegang pada nilai-nilai balet tradisional.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Desember 2003, 08:26 WIB
Liputan6.com, Moskow: Teater Balet Bolshoi Rusia di Moskow yang terkenal piawai mementaskan karya-karya klasik seperti "Swan Lake" atau "The Nut Cracker", baru-baru ini, mempersembahkan pementasan yang tidak konvensional. Secara mengejutkan, Bolshoi mengundang Radu Poklitaru, koreografer belia dari Moldova yang nyaris tidak dikenal, untuk menata pementasan balet "Romeo and Juliet".

Radu tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Dia langsung menggebrak dengan strategi panggung yang sempat membuat para balerina Bolshoi tercengang. Di antaranya para balerina harus menanggalkan point shoes atau sepatu balet klasik. Mereka juga harus mengubah sikap tubuh ala balet yang kaku dengan gerakan-gerakan halus layaknya tarian moderen.

Asal tahu saja, "Romeo and Juliet" adalah karya keramat Bolshoi. Pertama kali dipentaskan pada 1946, nomor itu kemudian terkenal hingga ke mancanegara. Nilai sejarah itu membuat banyak kritikus balet Rusia mengecam inovasi Radu dan meminta Bolshoi berpegang pada nilai-nilai balet tradisional.

Sang koreografer menanggapi hal itu dengan santai. Nenurut Radu, pementasan ini adalah sebuah tes bagi Bolshoi apakah mampu menapaki era balet moderen. Namun tes yang terpenting ditujukan kepada penikmat balet Rusia yang relatif tidak akrab dengan tarian moderen.(ZAQ/Kinanti Pinta)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya