Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan positif dari kredit perbankan pada 2026 ini. Gubernur BI, Perry Warjiyo memprediksi pertumbuhannya bisa mencapai 12 persen.
Dia mencatat, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan pada April 2026. Angka tersebut terbilanh positif dari sebelumnya. Adapun, prediksinya bisa tumbuh 8-12 persen sepanjang 2026 ini.
Advertisement
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen," kata Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (20/5/2026).
Dia menjelaskan, proyeksi pertumbuhan itu bisa ditopang oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan. Angkanya tercatat sebesar Rp 2.551,42 triliun atau 22,57 persen dari plafon kredit yang tersedia.
"Serta memadainya kapasitas pembiayaan bank tecermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39 persen dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 11,39 persen (yoy) pada April 2026," beber dia.
Perry menyampaikan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan kebijakan RIM dan KLM untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan.
"Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut," tutur dia.
Kredit Tumbuh Hampir Dua Digit per April 2026
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan kredit perbankan masih tumbuh pada angka yang positif. Angka pertumbuhannya mencapai 9,98 persen di April 2026.
Dia mengatakan pertumbuhan kredit perbankan secara tahunan di April 2026 tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan sebulan sebelumnya atau pada Maret 2026.
"Kredit perbankan pada April 2026 tumbuh sebesar 9,98 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 9,49 persen (yoy)," ungkap Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Mei 2026 secara daring, Rabu (20/5/2026).
Sektor Kredit Penopang
Beberapa sektor kredit yang menopang pertumbuhan ini diantaranya kredit investasi yang tumbuh 19,48 persen, kredit modal kerja tumbuh 6,04 persen, serta dan kredit konsunsi tumbuh 6,13 persen.
Perry memperkirakan pertumbuhan kredit bisa berlanjut hingga penghujung 2026 nanti. Perry memandang efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan, dimana pada April 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73 persen dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,16 persen.