Mardani PKS: Dubes Tak Boleh Gampang Marah

"Kalau tidak tempatkan orang yang tepat atau nanti kita mempermalukan diri sendiri di dunia internasional," papar Mardani.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 04 Sep 2013, 13:48 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan sejumlah nama untuk menjadi Duta Besar (Dubes), termasuk nama mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang karib disapa Foke. Foke diusulkan jadi Dubes RI di Jerman.

Sejumlah pihak menganggap Foke cocok menempati pos Dubes di Jerman. Sebab, pria berkumis tebal itu lama tinggal di negara pimpinan Kanselir Angela Merkel itu. Apa kata Komisi I DPR yang membidangi masalah luar negeri?

"Tidak boleh semata-mata pertemanan atau balas budi. Disebutnya MPT, masa purna tugas sebelum pensiun," kata anggota Komisi I DPR Mardani Ali Sera di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

"Saya tidak mau komentar pada Pak Foke secara perseorangan. Tapi Presiden harusnya mempertimnbangkan figur tepat untuk posisi Dubes."

Anggota Fraksi PKS itu menambahkan, Dubes merupakan ujung tombak diplomasi, ekonomi, kedaulatan Indonesia, dan termasuk harga diri bangsa. "Kalau tidak tempatkan orang yang tepat atau nanti kita mempermalukan diri sendiri di dunia internasional," papar juru bicara DPP PKS ini.

Menurut dia, sosok Dubes harus memiliki sifat tenang. Seorang Dubes tidak boleh gampang tersulut emosinya. "Kalau pribadi, di diplomat karir paling gampang lihat Pak Marty Natalegawa. Dia suka atau tidak suka, cool saja dan tenang, tidak ketahuan marahnya. Jangan sampai ketebak duluan. Itu penting dalam diplomasi," ungkap dia.

Mardani menegaskan SBY seharusnya mencari sosok Dubes yang mampu menjiwai dunia diplomasi. "Kita di DPR hanya bisa memberi pertimbangan, Presiden yang memutuskan," tandas Mardani. (Eks/Ism)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya