4 Pemicu Ambruknya IHSG di Bawah 4.000

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (27/8/2013), IHSG terjun bebas 152,82 poin (3,71%) ke level 3.967,84.

oleh Dian Ihsan SiregarDiterbitkan 27 Agustus 2013, 17:05 WIB
Pasar modal indonesia akhirnya kembali menyerah dengan tekanan yang makin kuat dari perekonomian regional dan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan harus rela kembali ke level 4.000 setelah bersusah payang merengkuh posisi terkuatnya di level 5.000.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (27/8/2013), IHSG terjun bebas 152,82 poin (3,71%) ke level 3.967,84.

"Masalahnya masih sama tidak jauh dari masalah stimulus dan isu Tappering Off dari The Fed, sehingga level IHSG yang terus menerus mengalami penurunan," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada kepada Liputan6.com.

Menurut Reza selain sentimen rencana penghentian stimulus dari The Fed yang kemungkinan akan terjadi pada September 2013, pelemahan IHSG juga muncul akibat dari intervensi pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam konflik di Suriah. Maklum, negara di Timur Tengah ini memiliki keterkaitan ekonomi dengan Negeri Paman Sam tersebut.

Tak hanya dari luar negeri, Reza menilai, permasalahan domestik juga ikut membantu menyeret IHSG terperosok dalam. Pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu ternyata ditanggapi dingin pelaku pasar.

"Pidato dari SBY ditanggapi dingin oleh pasar, saya kira itu salah satu yang mengakibatkan IHSG kian melemah. Tidak kalah penting, empat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah banyak yang menganggap tidak terlalu realistis," tegasnya.

Pelaku khawatir pelemahan IHSG masih akan terus terjadi jika tidak segera direspon cepat oleh pemangku kepentingan ekonomi negeri ini. (Dis/Shd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya