Gemini Intelligence akan Hadir di Android, Syaratnya Bikin Banyak HP Gigit Jari

Gemini Intelligence hadir dengan kemampuan AI luar biasa, tapi syaratnya sangat ketat. Cek apakah HP Android kamu termasuk yang beruntung.

oleh YusliansonDiterbitkan 19 Mei 2026, 18:00 WIB
Gemini Intelligence Akan Hadir di Android, Syaratnya Bikin Banyak HP Gigit Jari. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Google baru saja mengumumkan fitur kecerdasan buatan (AI) terbarunya, bernama Gemini Intelligence dalam acara The Android Show | I/O Edition 2026.

Hadir dengan kemampuan layaknya seorang asisten pribadi, Gemini Intelligence mampu mengerjakan beragam tugas berlapis secara otomatis di latar belakang, seperti mencari informasi, dan mengolahnya.

Tak hanya itu, fitur AI baru milik Google tersebut juga mampu berinteraksi dengan berbagai aplikasi dan situs web tanpa perlu kamu menyentuh layar sama sekali.

Ada juga komponsen bernama Rambler yang akan hadir di Gboard, di mana fitur ini memungkinkan kamu berbicara bebas, lengkap dengan kata-kata pengisi seperti “eh”, “um”, atau “hmm”, dan campuran bahasa lainnya dalam satu kalimat.

Nanti, Google akan menyaring suara tersebut menjadi teks rapi. Namun, di sinilah masalah dengan kemampuan Gemini Intelligence mulai muncul. 

Syarat Spek HP Tidak Main-Main

Google ternyata tidak merancang Gemini Intelligence ini untuk seluruh pengguna Android. Mengutip keterangan di situs resmi Android.com, Senin (18/5/2026), daftar persyaratan spesifikasi HP untuk mendukung fitur AI ini panjang dan berat. 

Pertama, ponsel wajib memiliki RAM minimal 12GB. Angka ini sudah memangkas sebagian HP Android yang beredar di pasaran saat ini. Selain itu, perangkat itu harus sudah mendukung AICore.

AICore sendiri merupakan layanan sistem Android menyediakan akses API untuk menjalankan tugas AI berbasis model Gemini Nano on-device, dan secara khusus butuh Gemini Nano v3 atau lebih baru.

Syarat lainnya juga tidak kalah ketat. Chip di ponsel flagship wajib lolos uji kualitas internal Google, tingkat crash rendah, dukungan update OS hingga 5 tahun, enam tahun patch keamanan, serta sudah mendukung Android Virtualization Framework (AWF) dan pKVM.

Tak hanya itu, ada juga persyaratan performa media juga mencakup spatial audio, kemampuan low light, HDR, hingga pembaruan driver gaming tahunan.

 

Siapa Saja yang Masuk Daftar?

Bodi depan Vivo X300 Pro. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Saat ini, hanya segelintir perangkat yang memenuhi semua persyaratan tersebut:

  • Google: Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, Pixel 10 Pro Fold
  • Honor: Magic 8 ProiQOO: iQOO 15
  • Lenovo: Idea Tab Pro Gen 2, Legion Tab Gen 5 (8.8")
  • Motorola: Signature
  • OnePlus: OnePlus 15, OnePlus 15R
  • OPPO: Find X9, Find X9 Pro, Find X8, Find X8 Pro, Reno 14 Pro 5G, Reno 15 Pro 5G, Reno 15 Pro Mini 5G, Reno 15 Pro Max 5G
  • Realme: GT 7T
  • Samsung: Galaxy S26, Galaxy S26+, Galaxy S26 Ultra
  • Vivo: X200T, X200, X200 Pro, X300, X300 Pro

Google juga sudah mengonfirmasi, Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 dari Samsung akan menjadi perangkat pertama mendapatkan Gemini Intelligence. Galaxy S26 series dan Pixel 10 series menyusul "musim panas ini".

Mengejutkannya, Pixel 11 sebagai HP flagship Google pun berpotensi tidak kebagian fitur AI andalan tersebut. Sejumlah bocoran menyebutkan, Pixel 11 non-Pro hanya tersedia dengan RAM 8GB, jauh di bawah ambang batas 12GB yang disyaratkan.

Gemini di Chrome Android 

Google Siapkan Gemini Intelligence, OS Android Makin Mirip Asisten Pribadi? (Doc: Google)

Mulai akhir Juni tahun ini, Chrome di Android akan mendapatkan integrasi Gemini lebih dalam. Fitur ini memungkinkan pengguna meriset, merangkum, dan membandingkan konten dari web dengan lebih cepat.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan fitur Auto Browse. Dengan fitur baru ini, Gemini dapat membantu pengguna melakukan hal tertentu di web, seperti membuat janji temu atau memesan tempat parkir.

Autofill Makin Pintar 

Gemini Intelligence juga masuk ke Autofill with Google. Dengan dukungan Personal Intelligence, Autofill dapat mengisi lebih banyak kolom kecil di berbagai aplikasi, termasuk Chrome.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna saat menghadapi formulir panjang atau detail kecil yang sering berulang. Google menyebut koneksi Gemini ke Autofill bersifat opt-in. Artinya, pengguna perlu mengaktifkannya terlebih dahulu.

Pendekatan opt-in ini penting karena Autofill menyentuh data pribadi. Dengan begitu, pengguna tetap memiliki kendali sebelum Gemini digunakan untuk membantu mengisi informasi lintas aplikasi.

Desain Android Ikut Diperbarui

Google turut menyiapkan bahasa desain baru untuk Gemini Intelligence. Perusahaan menyebut desain ini dibuat agar lebih fungsional, dengan animasi yang bergerak sesuai tujuan dan mengurangi distraksi.

Perubahan visual ini juga penting karena Gemini akan bekerja lebih sering di latar belakang. Pengguna perlu memahami kapan AI sedang memproses tugas dan kapan mereka harus mengambil keputusan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya