ESDM Klaim Produksi Minyak RI Tak Kalah dari Jepang & Arab Saudi

Pemerintah berencana mengurangi ketergantungan sumber energi dari minyak bumi pada 2025.

oleh Septian DenyDiterbitkan 18 Agustus 2013, 17:38 WIB
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mrenyatakan produksi minyak bumi Indonesia sebetulnya tak kalah dibandingkan Arab Saudi maupun Jepang. Sayangnya dari sisi aksesibilitas, Indonesia kalah dari kedua negara tersebut. 

Namun seiring perkembangan zaman, pemerintah mengaku berencana mengurangi peran dari minyak bumi dalam sektor energi sebanyak 25% pada 2025.

Kepala Pusat PPTMGB Litbang Kementerian ESDM Yanni Kussuryani, dalam diskusi Task Force Energy di Jakarta Convention Center, Minggu (18/8/2013) mengakui peran minyak bumi bagi sektor energi Indonesia saat ini masih memang sangat tinggi. "Namun perlahan kita arahkan masyarakat untuk melakukan pergantian ke sumber energi lain," ujarnya.

Selain minyak bumi, pemerintah juga bakal menggenjot pemanfaatan sejumlah sumber energi alternatif lain pada tahun 2025 seperti batu bara yang akan ditingkatkan menjadi 33%, gas bumi naik sebesar 30%, serta energi baru terbarukan yang naik menjadi 17% hingga 25%.

Pengurangan peran minyak bumi ini menurut Yanni bukan hal yang mudah karena diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk melakukan diversifikasi  energi guna menjaga ketahanan dan kemandirian energi.

"Kebutuhan energi kita terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. Target kita mencapai ketahanan dan kemandirian energi. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sinergi antar semua pihak, dengan melakukan mengembangkan pasokan dalam energi serta peningkatan diversifikasi energi dalam negeri," lanjutnya.

Menurut Yanni, dibanding Arab Saudi dan Jepang, sisi produksi minyak bumi Indonesia memang masih terbilang baik. Namun dari segi aksesibilitas dan daya beli, Indonesia masih kalah dibandingkan kedua negara tersebut.(Dny/Shd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya