Cerita Prabowo Dekat dengan Petani karena Jadi Komandan Tempur

Selain peluru, Prabowo mengatakan para tentara terlebih dahulu mengecek stok beras saat hendak berangkat operasi tempur.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 16 Mei 2026, 22:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya sangat dekat dengan petani sebab pernah menjabat sebagai komandan pasukan tempur. Selain peluru, dia mengatakan para tentara terlebih dahulu mengecek stok beras saat hendak berangkat operasi tempur.

"Kenapa saya dekat dengan petani? Karena saya dulu komandan pasukan, komandan pasukan tempur. Kita kalau mau berangkat operasi tempur, yang kita cek bukan peluru. Kita cek peluru, tapi kita cek dulu ada beras tidak?" kata Prabowo saat menghadiri Panen Raya Jagung dan Launching 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dia menyampaikan tentara biasanya memeriksa berapa banyak persediaan beras untuk menentukan berapa lama operasi tempur. Prabowo menekankan pentingnya beras bagi para tentara saat bertugas, khususnya para pasukan tempur.

"Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari? Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, ya 14 hari kita operasi. Bayangkan saudara-saudara kalau tidak ada beras. Kalau tidak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi," jelasnya.

Menurut dia, tentara diajarkan untuk bertahan hidup saat bertugas. Sehingga, para tentara biasanya mencari makanan sendiri di lokasi apabila pasokan pangan yang dibawa sudah habis.

"Makanya di tentara kita diajarkan survival. Kalau tidak ada makanan, kita harus cari makanan sendiri," ujar Prabowo.

Disisi lain, dia mengenang dukungan yang diberikan para petani selama masa perang kemerdekaan. Prabowo menyebut saat ini tentara dan polisi tak mendapat gaji karena negara tidak memiliki APBN.

"Dan sejarah bangsa mengajarkan kepada kita bahwa waktu kita perang kemerdekaan, dulu itu tidak ada APBN. Tentara tidak ada gajinya, polisi tidak ada gajinya. Tidak ada surat keputusan. Waktu itu para petani yang dukung tentara dan polisi," tutur dia.

 

Petani Bantu Tentara

Prabowo juga merasakan para petani membantu tentara yang bertugas. Para petani saat itu memberikan makan dan minum kepada tentara, meski hidup mereka juga dalam kesulitan.

"Dulu waktu saya masih usia muda sebagai letnan bahkan sebagai taruna, kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Padahal mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih," pungkas Prabowo.

Dia pun menyadari pentingnya peran petani dan nelayan di Indonesia. Prabowo mengatakan berkat petani dan nelayan lah masyarakat Indonesia mendapat protein serta karbohidrat.

"Saya semakin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara," ucap Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya