Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa seluruh masyarakat Indonesia merupakan pemegang saham dari kekayaan bangsa. Sejalan dengan prinsip ekonomi kekeluargaan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Dalam rangka menegakkan UUD 1945 dan Pancasila, Prabowo mendorong penerapan ekonomi kekeluargaan. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh pengusaha untuk menjunjung Indonesia Incorporated.
Advertisement
"Indonesia incorporated sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan. Jadi semua bangsa ini, satu korporasi. Artinya, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia," ujarnya dalam meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, seperti disiarkan akun YouTube @SekretariatPresiden, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo menekankan, seluruh rakyat Indonesia berhak menikmati kekayaan milik bangsa. Di sisi lain, beberapa sosok terpilih yang menjadi pejabat negara wajib bertanggung jawab untuk memperjuangkan itu.
"Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih. Malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia," seru Prabowo.
Prabowo turut mendorong ekonomi nasional agar bisa dijalankan dengan asas kekeluargaan. Sesuai amanah yang tertera dalam Undang-Undang Dasar atau UUD 1945 Pasal 33.
"Kita ini negara kekeluargaan. Dalam Pasal 33 juga disebut bahwa perekonomian kita disusun atas asas kekeluargaan. Yang kaya harus narik yang miskin. Yang kuat bantu yang lemah," kata Prabowo pada kesempatan yang sama.
Warga Dilayani Aparat dan Pejabat
RI 1 juga menyatakan, seluruh Warga Negara Indonesia dari berbagai tingkatan sosial dan ekonomi merupakan kelompok yang harus dilayani oleh para aparat hingga pejabat terpilih.
"Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani adalah anak bangsa, nelayan adalah anak bangsa, semuanya. Para pemimpin, politisi, birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk memimpin semuanya," ungkapnya.
"Apalagi aparat, apalagi tentara dan polisi. Aparat, tentara, polisi adalah anak bangsa yang diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat. Diberi makan oleh rakyat, diberi sepatu oleh rakyat, diberi topi oleh rakyat, diberi pangkat oleh rakyat," dia menegaskan.
Pangkas Bunga Kredit Maksimal 5%
Sebelumnya, Prabowo juga berjanji untuk segera menurunkan pengenaan bunga pada kredit untuk rakyat hingga maksimal 5 persen. Janji itu dikoarkannya dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun," tegas Prabowo di hadapan ribuan buruh.
RI 1 berkomitmen untuk segera menurunkan bunga kredit lantaran rakyat kecil banyak ditekan pengenaan bunga besar oleh kelompok rentenir, bahkan hingga mencapai 70 persen dari jumlah pinjaman.
"Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun, betul?" seru Prabowo disambut teriakan persetujuan oleh para buruh.
Pangkas Tarif Aplikasi Ojol
Pada kesempatan sama, Prabowo juga bilang bakal segera memangkas setoran oleh para pengemudi ojek online (ojol) kepada pihak aplikator.
Dengan nada tegas, Prabowo mengatakan bahwa pihak aplikator wajib segera mematuhi aturan batas setoran tarif ojol hingga di bawah 10 persen.
"Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen? Bagaimana (kalau) 15 persen? Berapa, kalian minta 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen," ungkapnya.
"Enak aje, Lo yang keringat die yang dapat duit, sorry aje. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," dia menekankan.