Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Kamis (14/5/2026) pukul 6:45 WIB. Mayoritas harga kripto hari ini terutama jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun 1,51 persen dalam 24 jam dan 2,57 persen sepekan.
Advertisement
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 79.273 per koin atau setara Rp 1,38 miliar (asumsi kurs Rp 17.519 per dolar AS).
Ethereum (ETH) turut melemah. ETH turun 0,90 persen sehari terakhir dan 2,87 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 39,5 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik tipis 1,01 persen dan 4,89 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 11,7 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA terkoreksi 2,44 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 0,33 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 4.636 per koin.
Adapun Solana (SOL) juga terkoreksi. SOL turun 3,51 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 3,42 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,46 juta per koin.
XRP kembali berada di zona merah. XRP melemah 0,85 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih menguat 1,15 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 24.960 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) masih menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 2,64 persen dan 1,72 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.979 per token.
Kapitalisasi Pasar Kripto
Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di kisaran level USD 1,00, keduanya sama-sama menguat masing-masing 0,13 dan 0,12 persen.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,64 triliun atau setara Rp 46.123 triliun, melemah sekitar 1,34 persen dalam sehari terakhir.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
SEC Beri Sinyal Aturan Main Baru untuk Perdagangan Kripto
Sebelumnya, Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins mengumumkan lembaga itu sedang mempersiapkan kerangka peraturan baru untuk pasar berbasis blockchain dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di bidang keuangan.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Sabtu (9/5/2026), Atkins menilai, dunia keuangan sedang beralih dari kantor tradisional ke sistem “onchain” di mana perangkat lunak menangani pekerjaan berat.
Hal ini karena perusahaan aset digital semakin mengalihkan aktivitasnya ke blockchain. Komisi Sekuritas dan Bursa atau SEC berupaya menciptakan aturan formal yang sejalan dengan teknologi.
Sebelumnya pasar keuangan bergantung pada serangkaian pemain yang berbeda. Pialang untuk melakukan perdagangan, bursa menampungnya, dan lembaga kliring untuk menyelesaikan transaksi. Atkins mencatat, protokol blockchain modern sekarang menggabungkan semua pekerjaan ke dalam satu kode.
“Satu protokol dapat mengeksekusi perdagangan, mengelola jaminan, mengarahkan likuiditas, mengeksekusi strategi perdagangan melalui struktur brankas dan menyelesaikan transaksi,” ujar Atkins.
Ia mengambarkan sistem baru ini sebagai hibrida dari keuangan tradisional dan terdesentralisasi. SEC berencana memakai pembuatan peraturan dengan sosialisasi yang memungkinkan publik dan para ahli memberikan masukan sebelum peraturan difinalisasi.
Cara Baru untuk Mengatur Pasar
Pendekatan ini menandai pergeseran yang berbeda dari masa lalu. Di bawah kepemimpinan sebelumnya, SEC sering menggandalkan gugatan untuk menetapkan aturan. Namun, di bawah pemerintahan saat ini, lembaga itu fokus pada panduan dan pernyataan staf untuk mengurangi kebingungan hukum.
Atkins menggambarkan evolusi ini sebagai kebutuhan untuk dunia yang digerakkan oleh AI. Ia percaya agen AI pada akhirnya akan membuat keputusan keuangan dan berdagang dengan "kecepatan mesin," sementara blockchain memungkinkan nilai tersebut bergerak secara instan.
"Tugas kita adalah menetapkan aturan main dan mengatur permainan, bukan memilih tim pemenang," kata Atkins.