Samsung Cetak Laba Rp 87 Triliun, Tapi Bisnis Smartphone Menurun

Laba operasional yang didapat divisi mobile sebesar 6,28 triliun won atau setara US$ 5,6 miliar, turun 3,5 persen dari kuartal lalu.

oleh Bayu GalihDiterbitkan 26 Juli 2013, 11:25 WIB
Raksasa teknologi asal Korea Selatan Samsung Electronics baru saja mengumumkan laporan keuangan di kuartal kedua 2013. Di kuartal yang berakhir pada 30 Juni lalu, Samsung mencetak laba operasional sebesar 9,53 triliun won atau sekitar US$ 8,5 miliar (setara Rp 87,38 triliun).

Dilansir dari laman Cnet, Jumat (26/7/2013), laba operasional yang didapat ini naik 47,5 persen dari yang didapat pada periode yang sama tahun lalu. Tapi angka yang didapat ini lebih rendah dibanding prediksi analis yang memperkirakan laba operasional 10,1 triliun won atau US$ 8,8 miliar.

Bisnis mobile masih menjadi penyumbang terbesar bagi keuntungan yang didapat perusahaan asal Korea Selatan. Setidaknya dua pertiga pendapatan didapat dari keuntungan penjualan perangkat smartphone dan tablet.

Adapun laba operasional yang didapat divisi mobile sebesar 6,28 triliun won atau sekitar US$ 5,6 miliar (setara Rp 57,57 triliun). Angka ini naik 52 persen dari yang didapat secara year-on-year. Tapi raihan ini turun 3,5 persen dari kuartal sebelumnya, yang memperlihatkan pertumbuhan yang lambat di bisnis mobile.

Samsung telah merilis produk unggulan Galaxy S4 pada April lalu. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Galaxy S4 memang mencetak rekor penjualan 10 juta unit. Tapi penjualan kemudian melambat, yang menjadikan para analis mengurangi proyeksi keuntungan penjualan bagi Samsung.

Samsung pun memprediksi penjualan smartphone bisa melemah di kuartal ketiga. Meski memahami akan mengalami awal yang sulit di kuartal ketiga, Samsung tetap optimis dari penjualan perangkat besutannya.

Tapi menurunnya penjualan smartphone tak hanya dialami Samsung. Apple yang juga menjadi pesaing Samsung juga mengalami penurunan penjualan iPhone. Di kuartal ketiganya, Apple mencatat penjualan iPhone sebesar 31,2 juta unit, turun jika dibandingkan 37,4 juta unit di kuartal sebelumnya. (gal)


Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya