Ledakan Mengguncang Supermal Karawaci

Ledakan yang terjadi di Hashi Cafe di Supermal Karawaci Tangerang ini melukai dua korban. Diduga api berasal dari kompor gas di restoran yang berada di lantai dasar itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Oktober 2003, 07:43 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Empat perkara kriminal terjadi di Jakarta sejak Senin malam hingga Selasa (21/10) dini hari tadi. Rangkuman berita kriminal dalam Jakarta hingga Dini Hari dimulai dengan ledakan di Super Mal Karawaci, Tangerang, Banten, malam tadi. Ledakan diperkirakan berasal dari Hashi Cafe yang berada di food court di lantai dasar.

Pintu kaca pecah dan semua perabotan yang ada di restoran berantakan. Dua orang luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Karawaci. Sejauh ini, tim Kepolisian Resor Tangerang dan Kepolisian Sektor Curug masih menyelidiki penyebab ledakan. Namun, diduga ledakan bersumber dari kompor gas.

Seorang polisi tanpa sengaja menangkap basah Ngadeni dan rekannya yang sedang mengincar sepeda motor Honda Kharisma milik Edi Saputra. Tanpa perlawanan berarti, kedua pria ini dibekuk di lokasi kejadian persis di depan perusahaan percetakan Indra Grafika di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Keduanya dicokok lantaran polisi lalu lintas tersebut curiga melihat sikap Ngadeni yang tampak tergesa-gesa. Saat ditegur, mereka malah kabur dan tak mau berhenti meski sudah diberi tembakan peringatan. Polisi pun mengeluarkan jurus ampuh: meneriaki keduanya maling. Massa sekitar pun segera ikut mengejar. Begitu ditangkap, Ngadeni langsung dihadiahi bogem mentah. Sedangkan rekannya berhasil melarikan diri. Kini, Ngadeni mendekam di Markas Polsek Metro Kramatjati.

Imam, muadzin di Musala Al-Ikhwan ditemukan tewas dengan tali melilit lehernya. Pria berusia 31 tahun ini didapati pertama kali oleh kakaknya Asep. Tanpa dikomando dia segera memanggil warga sekitar rumahnya di Jalan Pustaka, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jaktim. Mereka berebut melihat korban yang tanpa nyawa dalam posisi jongkok dan tanpa busana.

Bau anyir menyebar dari tubuh Imam. Diduga korban sudah tewas beberapa hari sebelumnya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Sementara tim Polsek Metro Pulogadung masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Sementara itu Polsek Metro Palmerah, Jakarta Barat, menangkap Irfan, pencandu narkoba jenis putaw. Pria berkepala plontos ini ditangkap di depan rumahnya di kawasan Kampung Tali, Kecamatan Kota, Bambu Selatan, Jakbar. Saat digeledah polisi mendapatkan seperempat paket putaw serta jarum suntik.

Irfan mengaku setiap hari mengonsumsi setengah gram putaw yang dibeli dari seorang bandar. Biar lebih hemat, dia menggunakan putaw dicampur air, sebelum disuntikkan ke tubuhnya. Sebelumnya, dia menjadi pecandu ekstasi selama bertahun-tahun. Bahkan, dua show room mobil yang dimilikinya telah terjual untuk memenuhi kebutuhannya pada "barang setan" itu.

Dia mengaku sudah berusaha melepaskan diri dari jeratan narkoba dengan cara mencuci darah. Tapi, keinginan untuk menikmati narkoba sering muncul. Kini, Irfan meringkuk di tahanan Mapolsek Metro Palmerah untuk pemeriksaan lebih lanjut.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya