Sambil Melukis, SBY Amati Dinamika Pasar Modal

SBY menilai kondisi pasar modal dan pasar uang Indonesia tengah kurang menggembirakan, namun tekanan ekonomi masih bisa dicegah.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 13 Mei 2026, 20:00 WIB
Sederet karya lukis milik SBY juga ditampilkan di panggung. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyoroti kondisi pasar modal dan pasar uang Indonesia yang dinilainya tengah berada dalam situasi kurang menggembirakan.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui akun X pribadinya, @SBYudhoyono, yang diunggah pada Selasa (12/5/2026).

“Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan,” tulis SBY, dikutip Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah apabila pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama mencari solusi.

Menurut SBY, Indonesia masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Karena itu, berbagai opsi kebijakan dinilai masih terbuka untuk ditempuh.

“Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki political & economic resources. Opsi & solusi masih tersedia,” ungkapnya.

SBY juga menekankan pentingnya soliditas antara pemerintah, pelaku usaha, ekonom, hingga seluruh pemangku kepentingan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai kebersamaan dan kepercayaan antarpihak menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan must be on board. In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama,” kata SBY.

Di akhir pernyataannya, SBY mengajak masyarakat memberikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

“Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia bisa,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya