Terobosan Sistem Digital Konsumsi Haji 2026, Bisa Pantau Distribusi Makanan Real Time

Sistem pemantauan real time diterapkan untuk mengawasi seluruh proses distribusi konsumsi jemaah haji Indonesia.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 13 Mei 2026, 17:00 WIB
Kunjungan ke dapur katering konsumsi jemaah haji Indonesia, Safwat Al-Wisam Company, di Makkah, Senin 11 Mei 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani/Media Center Haji)

Liputan6.com, Jakarta - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan transformasi layanan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 dengan menerapkan sistem digital terintegrasi dan memperkuat kualitas gizi makanan.

Digitalisasi tersebut menjadi salah satu pembaruan terbesar dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Petugas layanan konsumsi memanfaatkan sistem pemantauan real-time untuk mengawasi seluruh proses distribusi konsumsi, mulai dari pencatatan pengiriman makanan, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi penerimaan layanan di hotel-hotel jemaah.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi Indri Hapsari mengatakan, pada tim Media Center Haji di Makkah pada Senin 11 Mei 2026.

"Penggunaan sistem digital membantu petugas mempercepat koordinasi dan penanganan kendala logistik di lapangan," ujar Indri.

Saat ini, petugas layanan konsumsi mengelola distribusi konsumsi dalam skala besar di Makkah. Sebanyak 51 dapur katering menyiapkan makanan untuk jemaah yang tersebar di 177 hotel dan tergabung dalam 527 kelompok terbang (kloter).

Setiap hari, ribuan paket makanan bergerak dari dapur menuju hotel-hotel jemaah dalam waktu yang telah ditentukan. Sistem digital tersebut memungkinkan petugas memantau ketepatan distribusi, sekaligus mengecek potensi keterlambatan atau kekurangan porsi secara langsung.

 

Pengawasan Lapangan dan Perkuat Sistem Distribusi

Kunjungan ke dapur katering konsumsi jemaah haji Indonesia, Safwat Al-Wisam Company, di Makkah, Senin 11 Mei 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani/Media Center Haji)

Menurut Indri, pengawasan lapangan juga melibatkan penyedia syarikah untuk memastikan makanan diterima jemaah dalam kondisi layak konsumsi dan sesuai standar pelayanan.

Per Senin siang 11 Mei 2026, pihaknya mencatat sebanyak 1.193.534 boks makanan telah terdistribusi pada jemaah tanpa gangguan besar dalam proses pengiriman.

Selain memperkuat sistem distribusi, mereka memperbarui pola penyusunan menu makanan jemaah. Tahun ini, tim katering menyusun menu dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi, variasi lauk, serta penyesuaian rasa agar sesuai dengan lidah Indonesia.

Petugas menilai, variasi menu penting untuk menjaga nafsu makan jemaah yang menjalani aktivitas ibadah dengan intensitas tinggi dan menghadapi suhu panas ekstrem di Arab Saudi.

"Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia," ucap Indri.

Menu harian jemaah tidak hanya berisi makanan utama. Ada pula asupan nutrisi pelengkap berupa susu, buah segar, dan air mineral guna membantu menjaga daya tahan tubuh.

Peningkatan layanan konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik jemaah menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang dikenal sebagai tahapan paling menguras tenaga.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya