Liputan6.com, Paris - Seorang penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus dilaporkan mulai menunjukkan gejala penyakit saat diterbangkan kembali ke Prancis.
Pemerintah Prancis langsung menerapkan isolasi ketat terhadap seluruh warga negaranya yang dievakuasi dari kapal tersebut.
Advertisement
Menteri Pertahanan Prancis, Sébastien Lecornu, mengatakan penumpang tersebut mengalami gejala ketika berada dalam penerbangan sewaan dari Tenerife menuju Paris. Karena itu, lima warga negara Prancis yang dievakuasi dari kapal segera ditempatkan dalam isolasi ketat hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Kapal pesiar berbendera Belanda itu sebelumnya berlabuh di lepas pantai Kepulauan Canary pada Minggu dini hari. Lebih dari 90 wisatawan telah dipulangkan dari kapal tersebut setelah muncul kasus infeksi hantavirus di atas kapal, dikutip dari laman BBC, Senin (11/5/2026).
Sejauh ini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan perjalanan dengan MV Hondius. Dua di antaranya dipastikan terinfeksi virus tersebut.
Setibanya di Bandara Le Bourget, Paris, para penumpang Prancis disambut petugas medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD). Mereka kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bichat di Paris.
Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis menyatakan para penumpang akan menjalani karantina selama 72 jam dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Setelah itu, mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 45 hari.
Langkah serupa juga diterapkan negara lain terhadap warganya yang dievakuasi dari kapal tersebut. Sebanyak 14 warga negara Spanyol yang diterbangkan dari Tenerife ke Madrid kini menjalani karantina wajib di rumah sakit militer di ibu kota Spanyol.
Sementara itu, warga negara Inggris telah dipulangkan ke Manchester. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyebut tidak ada penumpang Inggris yang melaporkan gejala, namun seluruhnya tetap berada dalam pemantauan kesehatan.
Belanda juga menerima kedatangan pesawat yang membawa 26 penumpang dan awak kapal, termasuk delapan warga negaranya.
Di Amerika Serikat, sebuah penerbangan evakuasi membawa 18 orang, terdiri atas seluruh penumpang asal AS serta seorang warga negara Inggris yang menetap di negara tersebut. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menyatakan satu warga Amerika mulai menunjukkan gejala ringan hantavirus, sementara penumpang lain dinyatakan positif ringan terinfeksi strain Andes dari virus tersebut.
Kedua penumpang itu ditempatkan di unit biokontainmen pesawat sebagai langkah pencegahan selama penerbangan berlangsung.
Proses Pemulangan Warga Negara Lainnya
Pemerintah Spanyol menyebut penerbangan evakuasi untuk warga Turki dan Irlandia juga dijadwalkan berlangsung pada Minggu, sementara dua penerbangan terakhir direncanakan berangkat pada Senin sore.
Sebanyak enam penumpang akan dipulangkan ke Australia, sedangkan 18 lainnya diterbangkan ke Belanda. Kedua penerbangan itu juga mengangkut penumpang dari negara lain yang tidak mengirimkan pesawat evakuasi sendiri.
Sekretaris Kesehatan Spanyol Javier Padilla mengatakan lebih dari 90 dari total 150 penumpang dan awak kapal Hondius telah dipulangkan hingga Minggu malam. Penerbangan menuju Australia diperkirakan berlangsung pada Senin.
MV Hondius tiba di pelabuhan Granadilla pada Minggu pagi. Tim medis mulai naik ke kapal sekitar pukul 07.00 waktu setempat untuk menjalankan proses evakuasi yang telah disiapkan pemerintah Spanyol bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dari kejauhan, para penumpang terlihat berada di dek kapal dan dekat jendela kabin dengan mengenakan masker medis putih. Sebagian penumpang tampak menjaga jarak di kapal evakuasi sambil merekam video dan mengambil foto ketika mendekati daratan.
Setibanya di pelabuhan, para penumpang disambut petugas berpakaian pelindung lengkap. Sejumlah penumpang asal Inggris yang mengenakan APD biru juga terlihat melambaikan tangan dan mengacungkan jempol kepada awak media saat menuju bandara.