Maut menjemput Joao Maria de Souza dengan cara tak biasa. Pria asal Brasil itu tewas tertimpa sapi besar nan berat yang jatuh dari atap rumahnya Kota Caratinga, di wilayah tenggara Negeri Samba.
Saat kejadian, ia sedang tiduran di ranjang, tiba-tiba hewan seberat 1,5 ton tersebut menghujam tubuhnya yang kurus, dari ketinggian 2,5 meter. Untung, istrinya, Leni, yang juga ada di dalam kamar, selamat. Demikian juga dengan sapi itu.
Joao Maria sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun luka dalam parah membuat nyawanya melayang. Salah satu kerabatnya mengatakan, korban sebenarnya dalam kondisi relatif baik, namun butuh waktu lama hingga dokter memeriksanya dan mengambil tindakan.
Bagaimana bisa sapi jatuh dari atap rumah korban?
Seperti dilaporkan BBC, 14 Juli 2013, awalnya sapi "pembawa maut" seberat 1,5 ton itu sedang merumput di bukit yang ada di belakang rumah Joao Maria.
Entah bagaimana kaki sapi itu menginjak atap asbes rumah itu, lalu jatuh menimpa korban yang sedang tidur.
Kepergiannya ditangisi sang ibu yang tak rela, "anaknya tewas akibat sapi yang jatuh dari atap".
Padahal, putranya pernah lolos dari maut, dari penyakit meningitis saat ia berusia 2 tahun. "Justru ketika ia berbaring di tempat tidur, malah tewas tertimpa sapi. Dunia benar-benar tak adil," kata ibu korban, seperti dimuat News.com.au.
Insiden Ketiga
Ternyata kejadian seperti itu adalah kali ketiga terjadi di wilayah tersebut, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
Bedanya, tak ada korban nyawa dalam dua insiden sebelumnya.
Dalam insiden pertama, sapi jatuh dari atap sebuah rumah. Untung, seluruh penghuni selamat, tanpa mengalami cedera.
Dalam insiden kedua, seorang bayi dan anak kecil nyaris jadi korban. Keduanya sedang terlelap dekat dengan titik di mana sapi terjatuh dari atap rumah, tepat di atas kamar tidur. Penduduk lokal menyebut, keselamatan mereka sebagai sebuah "keajaiban".
Meski aneh, kejadian semacam itu mungkin terjadi di Caratinga, sebuah wilayah perbukitan di negara bagian Minas Gerais, Brasil. Wilayah itu terkenal dengan peternakannya dan sebagai penghasil susu. Di mana sapi-sapi berkeliaran di bukit-bukit di atas rumah penduduk. (Ein)
Saat kejadian, ia sedang tiduran di ranjang, tiba-tiba hewan seberat 1,5 ton tersebut menghujam tubuhnya yang kurus, dari ketinggian 2,5 meter. Untung, istrinya, Leni, yang juga ada di dalam kamar, selamat. Demikian juga dengan sapi itu.
Joao Maria sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun luka dalam parah membuat nyawanya melayang. Salah satu kerabatnya mengatakan, korban sebenarnya dalam kondisi relatif baik, namun butuh waktu lama hingga dokter memeriksanya dan mengambil tindakan.
Bagaimana bisa sapi jatuh dari atap rumah korban?
Seperti dilaporkan BBC, 14 Juli 2013, awalnya sapi "pembawa maut" seberat 1,5 ton itu sedang merumput di bukit yang ada di belakang rumah Joao Maria.
Entah bagaimana kaki sapi itu menginjak atap asbes rumah itu, lalu jatuh menimpa korban yang sedang tidur.
Kepergiannya ditangisi sang ibu yang tak rela, "anaknya tewas akibat sapi yang jatuh dari atap".
Padahal, putranya pernah lolos dari maut, dari penyakit meningitis saat ia berusia 2 tahun. "Justru ketika ia berbaring di tempat tidur, malah tewas tertimpa sapi. Dunia benar-benar tak adil," kata ibu korban, seperti dimuat News.com.au.
Insiden Ketiga
Ternyata kejadian seperti itu adalah kali ketiga terjadi di wilayah tersebut, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
Bedanya, tak ada korban nyawa dalam dua insiden sebelumnya.
Dalam insiden pertama, sapi jatuh dari atap sebuah rumah. Untung, seluruh penghuni selamat, tanpa mengalami cedera.
Dalam insiden kedua, seorang bayi dan anak kecil nyaris jadi korban. Keduanya sedang terlelap dekat dengan titik di mana sapi terjatuh dari atap rumah, tepat di atas kamar tidur. Penduduk lokal menyebut, keselamatan mereka sebagai sebuah "keajaiban".
Meski aneh, kejadian semacam itu mungkin terjadi di Caratinga, sebuah wilayah perbukitan di negara bagian Minas Gerais, Brasil. Wilayah itu terkenal dengan peternakannya dan sebagai penghasil susu. Di mana sapi-sapi berkeliaran di bukit-bukit di atas rumah penduduk. (Ein)