Muhammadiyah Kenalkan Transformasi e-KTAM, Sistem Identitas Digital Baru bagi Anggota

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru yang akan menjadi standar keanggotaan resmi Muhammadiyah.

oleh Tim NewsDiperbarui 24 Juni 2025, 01:56 WIB
Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru yang akan menjadi standar keanggotaan resmi Muhammadiyah.

Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah strategis Muhammadiyah membangun ekosistem digital terintegrasi yang aman dan inklusif, berlandaskan prinsip satu identitas, satu data, dan satu sistem layanan umat sebuah visi besar yang disebut sebagai SatuMu bekerjasama dengan VIDA.

"Muhammadiyah sebagai institusi keagamaan harus hadir secara kuat di ruang digital, dengan identitas yang sah, sistem yang aman, serta layanan yang tepercaya, demi menjawab tantangan zaman dan menjaga kepercayaan umat," ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad dalam acara bertajuk 'Sosialisasi Penerapan Keamanan Digital dan Pengamanan Data Pribadi' di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Minggu (22/6/2025).

"Data warga bukan sekadar deretan angka dan nama, ini adalah amanah, cerminan kepercayaan, dan aset strategis organisasi. Ini adalah wujud tanggung jawab kita dalam memastikan tata kelola organisasi yang sah secara hukum, patuh terhadap regulasi nasional, dan menjaga martabat persyarikatan," sambung dia.

Dadang menjelaskan, sistem keanggotaan digital ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tata kelola data yang tertib, legal, dan berbasis perlindungan data pribadi.

"Dengan pendekatan yang adaptif dan akuntabel, sistem ini memungkinkan proses identifikasi dan manajemen iuran anggota berjalan lebi efisien, transparan, serta sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UUPDP)," jelas Dadang.

 

Lindungi Identitas Seluruh Anggota

Logo Muhammadiyah (sumber: muhammadiyah.or.id)

Kemudian, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Muchlas menjelaskan, peluncuran sistem e-KTAM merupakan wujud nyata dari komitmen moral dan strategis untuk melindungi identitas digital seluruh anggota Muhammadiyah.

"Kami menyambut baik kolaborasi bersama VIDA dalam membangun fondasi identitas digital yang sah secara hukum, terverifikasi secara teknologis dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," jelas Muchlas.

Sementara itu, Co-founder & President VIDA Sati Rasuanto menyebut, kolaborasi ini memastikan sistem digital keanggotaan Muhammadiyah dapat beroperasi sesuai standar perlindungan data nasional dan internasional.

"Kehadiran VIDA menambah dimensi keamanan dan legalitas pada verifikasi identitas yang digunakan.Kami percaya bahwa membangun kepercayaan digital dimulai dari komunitas," ucap dia.

"Sesuai dengan komitmen VIDA untuk melindungi identitas digital, to make it easy to prove who you are and prevent fraud before it starts, kolaborasi dengan Muhammadiyah merupakan amanah yang sangat besar yang harus kita emban di dunia digital, dan ini merupakan sebuah bukti nyata bagaimana teknologi bisa menyatu dengan nilai, menjaga martabat organisasi, dan tetap patuh terhadap kerangka hukum yang berlaku," sambung Sati.

 

Peran Penting dalam Pengembangan Resmi

Lalu, CEO Muhammadiyah Software Labs (LabMu) Asad Fatchul'ilmi mengatakan, LabMu sebagai unit teknologi strategis di lingkungan Muhammadiyah memainkan peran penting dalam pengembangan resmi sistem e-KTAM dan IuranMu.

"Sistem e-KTAM ke depannya akan terintegrasi dengan aplikasi MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App). Hal ini memungkinkan anggota mengelola keanggotaan, melakukan pembayaran IuranMu, hingga mengakses layanan-layanan Persyarikatan melalui satu identitas digital yang sah dan terpercaya," ucap dia.

"Transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal kedaulatan data, perlindungan hukum, dan keberlanjutan organisasi. Dengan menggandeng VIDA, Muhammadiyah memastikan setiap inovasi tetap dalam koridor yang aman, syar’i, dan terverifikasi," sambung Asad.

Pada acara ini, turut hadir Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) Teguh Arifiyadi.

Teguh memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas inovasinya yang menggunakan Digital ID (Identital Digital) pada Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM) berkolaborasi dengan VIDA.

Selain itu, Teguh juga menyarankan agar Muhammadiyah tidak hanya mengandalkan VIDA sebagai enabler e-KTAM saja, namun kerja sama ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses i-voting, atau proses pemungutan suara secara digital, oleh Muhammadiyah.

"Terbukti dari pengalaman dengan VIDA untuk kerja sama membuat i-voting pada saat pemilihan ketua Ikatan Notaris Indonesia. Jadi, seluruh anggota Ikatan Notaris Indonesia di seluruh dunia bisa memilih dengan teknologi dari VIDA, dan itu sangat visible, sangat memungkinkan sekali itu dilakukan," jelas Teguh.

Infografis Cara Pindah dari TV Analog ke TV Digital (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya