Tol IKN Fungsional, Waktu Tempuh ke Nusantara Kini Lebih Singkat

Tol IKN Seksi 3A-2 mulai difungsikan untuk mendukung akses menuju Ibu Kota Nusantara dengan waktu tempuh lebih cepat dari Balikpapan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Mei 2026, 16:00 WIB
Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 kini fungsional dan memangkas perjalanan dari Bandara Balikpapan menuju kawasan inti IKN menjadi sekitar 60 menit. (Dok Hutama Karya)

Liputan6.com, Jakarta - Akses menuju Ibu Kota Nusantara kini semakin cepat seiring progres pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) telah memasuki tahap fungsional.

Ruas tol ini menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas menuju kawasan inti pemerintahan di IKN. Pembangunan dimulai sejak 21 Desember 2023 dan mulai difungsikan secara terbatas pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, tepatnya sejak 20 Desember 2025 setelah 730 hari pengerjaan.

Status fungsional memungkinkan ruas tol digunakan untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada periode tertentu meski konstruksi masih terus berjalan. Tol ini kembali difungsikan saat arus mudik Lebaran 2026 mulai 13 Maret 2026 atau setelah 813 hari pelaksanaan proyek.

Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menggarap proyek strategis nasional dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” ujar Hamdani dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Secara keseluruhan, proyek ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2027 setelah melewati uji kelayakan.

Tol IKN Seksi 3A-2 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang menghubungkan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda dengan kawasan IKN hingga Penajam Paser Utara.

Dengan panjang akses sekitar 70 kilometer, ruas tol ini mampu memangkas waktu tempuh dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju IKN menjadi sekitar 60 menit. Perjalanan menjadi lebih efisien hingga 90 menit dibandingkan kondisi sebelumnya.

 

Teknologi Digital Dipakai Hadapi Tantangan Medan di Kalimantan

Lingkup pekerjaan proyek meliputi pembangunan jalan at grade sepanjang 2,34 kilometer, struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 kilometer, pembangunan jembatan, Simpang Susun Karangjoang, hingga exit tol.

Ruas jalan dirancang memiliki dua lajur dengan lebar 11,25 meter menggunakan kombinasi struktur at grade dan slab-on-pile yang disesuaikan dengan kondisi tanah di Kalimantan Timur.

Saat ini, sejumlah pekerjaan lanjutan masih berlangsung, mulai dari penyelesaian ramp, struktur slab-on-pile, pemasangan steel box girder, perkerasan jalan, hingga proteksi lereng dan beautifikasi di beberapa segmen.

Proyek ini dikerjakan melalui kolaborasi sejumlah BUMN dengan skema Integrated Joint Operation yang melibatkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Selama proses konstruksi, tantangan utama berasal dari kondisi tanah labil jenis clay shale serta curah hujan tinggi yang memengaruhi stabilitas lereng.

Untuk mengatasinya, proyek memanfaatkan teknologi konstruksi digital seperti Building Information Modeling (BIM), LiDAR, hingga drone photogrammetry guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya