6 Ide Ternak Burung Kecil untuk Bapak-Bapak Pensiun, Peluang Usaha Ringan di Masa Purna Bakti

Masa pensiun bisa lebih bermakna dan menghasilkan. Simak ide ternak burung kecil untuk bapak-bapak pensiun yang mudah, menguntungkan, dan menenangkan hati.

oleh Ricka Milla SuatinDiterbitkan 06 Mei 2026, 13:24 WIB
Ilustrasi Burung Kenari (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Masa purna bakti tidak harus dipandang sebagai akhir produktivitas, melainkan kesempatan untuk memulai aktivitas baru yang lebih bermakna. Salah satu hobi yang cocok bagi bapak-bapak pensiunan adalah beternak burung kecil yang dapat memberikan kesenangan sekaligus peluang usaha.

Beternak burung kecil juga menawarkan manfaat relaksasi dan hiburan yang menenangkan pikiran. Selain itu, aktivitas ini berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan dengan modal awal yang relatif kecil serta perawatan yang tidak terlalu rumit.

Berikut Liputan6.com akan membahas berbagai ide ternak burung kecil untuk pensiunan secara mendalam. Pembahasan mencakup manfaat, jenis burung yang direkomendasikan, serta tips memulai dan menjaga keberlangsungan usaha ternak.

Manfaat Memelihara Burung bagi Pensiunan

Ide Ternak Burung Kecil untuk Bapak-bapak Pensiun (Foto: AI)

Memelihara burung memberikan banyak manfaat positif bagi para pensiunan, terutama karena kicauannya dapat menenangkan pikiran. Aktivitas ini juga membantu mengurangi stres, kegelisahan, dan rasa sepi sehingga lansia merasa lebih rileks.

Merawat burung menciptakan rutinitas harian yang sehat melalui kegiatan sederhana seperti memberi makan, mengganti air, dan membersihkan sangkar. Kegiatan ini juga menstimulasi kognitif yang membantu menjaga fokus, ingatan, serta berpotensi mencegah demensia.

Selain sebagai hobi, memelihara burung dapat memberi makna hidup karena menumbuhkan rasa dibutuhkan. Aktivitas ini juga memudahkan interaksi sosial serta menjadi pelepas stres, bahkan berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan jika dikelola dengan baik.

Jenis Burung Kecil Pilihan untuk Ternak Pensiunan

Burung Zebra Finch/ Pixabay herbert2512

1. Burung Kenari

Burung kenari dikenal luas karena suara kicauannya yang merdu dan variasi warna bulunya yang cantik. Ukurannya yang mungil membuat perawatannya relatif mudah, cocok untuk pemula. Burung kenari sangat populer di kalangan pecinta burung kicau dan memiliki nilai jual yang stabil di pasaran.

Untuk memulai ternak kenari, pilih indukan yang sehat, berkualitas, dan berusia ideal (jantan 8 bulan, betina 6 bulan). Siapkan kandang yang teduh, aman, dan cukup luas agar burung leluasa bergerak. Pastikan pakan harian, air minum, dan penjemuran rutin diberikan, serta sangkar selalu bersih.

Proses penjodohan dapat diamati dari tingkah laku burung; jika jantan dan betina saling melolohkan makanan pada sore hari, berarti mereka siap kawin. Betina yang sudah mulai membuat sarang juga menjadi tanda siap kawin. Masa pengeraman telur kenari berlangsung sekitar 12-14 hari.

2. Burung Lovebird

Lovebird memiliki bulu berwarna-warni yang indah dan dikenal aktif serta mudah jinak. Burung ini tidak membahayakan dan tahan terhadap berbagai jenis cuaca, meskipun lebih menyukai iklim kering dan panas. Popularitas lovebird dapat dilatih untuk lomba suara atau kontes kecantikan, dan varian warna langka memiliki daya tarik tersendiri.

Dalam beternak lovebird, siapkan kandang yang cukup besar dengan sirkulasi udara yang baik. Jika ingin beternak lebih dari sepasang, gunakan kandang bersekat. Sediakan glodok atau tempat bertelur dari kayu keras berukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 25 cm, karena lovebird akan menghias sarangnya sendiri dengan serutan kayu, ranting kecil, dan dedaunan kering.

Pilih indukan yang sehat, berkualitas, dan berusia minimal satu tahun, dengan jantan yang lebih tua dari betina untuk dominasi saat kawin. Berikan pakan bernutrisi yang tepat untuk indukan dan anakan. Setelah telur menetas, tunggu hingga 14 hari sebelum memisahkan anakan dari induknya, dan sediakan lampu 5 watt untuk menghangatkan anakan yang baru dipisah.

3. Burung Finch (Pipit Zebra)

Burung finch, khususnya pipit zebra, mempesona dengan kicauan dan warna bulunya yang cantik serta menarik. Burung ini dapat hidup antara 4 hingga 8 tahun. Bisnis ternak finch memiliki harga jual yang tinggi dan cara budidaya yang relatif mudah, menjadikannya pilihan menarik untuk Ide Ternak Burung Kecil.

Untuk indukan, pilih yang berkualitas, fisik sempurna, lincah, aktif, sehat, dan tidak cacat, dengan usia matang biasanya 6-9 bulan. Gunakan kandang kawat yang aman dan berukuran tidak terlalu kecil, disesuaikan dengan jumlah populasi burung. Finch menyukai tempat tertutup untuk mengerami telurnya, seperti kotak kayu kecil berukuran 12x12x12 cm, dengan sarang yang bisa dibuat dari daun kering, sabut kelapa, atau rerumputan.

Pakan utama finch berupa millet, canary seed, dan jewawut. Tambahan pakan bisa berupa jagung, sawi, telur puyuh, dan kecambah. Pastikan ketersediaan air minum bersih setiap hari dan berikan multivitamin. Burung zebra finch akan bertelur 3-8 butir, sehari sekali, dan dierami sekitar 14-16 hari.

4. Burung Puyuh

Burung puyuh petelur menawarkan perawatan harian yang minim dan tidak membutuhkan lahan luas, karena kandangnya dapat disusun secara vertikal dalam bentuk rak. Ini sangat ideal bagi pensiunan yang ingin memulai usaha ternak.

Potensi ekonomi dari ternak puyuh sangat menjanjikan, karena produksi telur sudah bisa dimulai saat puyuh berumur 45 hari, memberikan hasil yang cepat dan berkelanjutan. Permintaan telur puyuh stabil, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri kuliner. Peternak juga bisa mendapatkan pendapatan dari penjualan daging puyuh afkir.

Untuk skala rumahan, ternak puyuh bisa dimulai dengan modal sekitar Rp300.000, termasuk bibit dan biaya kandang baterai. Usaha ini cocok untuk bapak-bapak pensiunan karena minim tenaga fisik dan bisa dipelihara di tempat sempit seperti teras rumah.

5. Burung Parkit

Burung parkit memiliki tubuh berukuran kecil dan dikenal sebagai salah satu burung terpintar. Kemampuan menirukan suara pemilik atau hewan di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri. Perawatannya cukup mudah dan murah, menjadikannya pilihan ideal untuk Ide Ternak Burung Kecil.

Parkit memiliki corak bulu yang berbeda dengan lovebird, yaitu garis-garis hitam di sekitar kepala dan punggungnya. Burung parkit termasuk jenis burung yang mudah dibudidayakan dan cepat laku di pasaran, memberikan potensi keuntungan yang baik bagi pensiunan.

6. Burung Jalak Suren

Burung jalak suren dikenal cerdas dan memiliki kemampuan menirukan berbagai suara. Karakteristik ini menjadikannya favorit di kalangan pecinta burung kicau. Burung ini relatif mudah beradaptasi dan tidak terlalu rewel dalam perawatan.

Potensi ekonomi dari ternak jalak suren cukup menjanjikan. Indukan betina jalak suren bisa bertelur 4-6 butir setiap 2 bulan, dan anakannya bisa dijual pada usia 2 bulan. Harga anakan bervariasi dari Rp350.000 hingga Rp1 juta, sedangkan indukan gacor bisa lebih dari Rp2 juta. Peternak bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp700.000 per perkawinan setelah dipotong biaya pakan.

Tips Sukses Ternak Burung Kecil di Masa Pensiun

Ide Ternak Burung Kecil untuk Bapak-bapak Pensiun (Foto: AI)

Untuk memulai ide ternak burung kecil, disarankan untuk memulai dari skala kecil guna meminimalkan risiko. Pendekatan ini juga memberikan ruang belajar tanpa tekanan berlebihan. Pilih jenis burung yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan agar proses beternak menjadi lebih menyenangkan dan berkelanjutan.

Siapkan kandang yang nyaman, cukup luas, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pastikan kandang terlindung dari cuaca ekstrem, serta dilengkapi tempat makan, minum, dan tenggeran yang memadai. Kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menyerang burung.

Berikan pakan yang segar, bervariasi, dan bernutrisi sesuai kebutuhan jenis burung. Pakan tambahan seperti jangkrik, cacing, ulat hongkong, atau kroto diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan dan menjaga kesehatan burung. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan jaga kebersihan kandang untuk meminimalkan bibit penyakit dan hama.

Kunci keberhasilan beternak burung adalah kesabaran dan ketelatenan. Selain itu, lakukan pencatatan keuangan sederhana untuk memantau pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Bersikaplah fleksibel dan adaptif terhadap skala usaha, sehingga Anda dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tantangan yang ada.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Ternak Burung Kecil untuk Bapak-Bapak Pensiun

1. Apa manfaat utama beternak burung kecil bagi pensiunan?

Beternak burung kecil dapat memberikan relaksasi, mengurangi stres, dan mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif. Selain itu, aktivitas ini juga berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan.

2. Apakah beternak burung kecil membutuhkan modal besar?

Tidak, modal awal relatif kecil tergantung jenis burung yang dipilih. Beberapa jenis seperti burung puyuh bahkan bisa dimulai dengan biaya sekitar Rp300.000.

3. Jenis burung apa yang paling mudah diternakkan untuk pemula?

Burung kenari, parkit, dan lovebird termasuk yang mudah dipelihara dan cocok untuk pemula. Ketiganya memiliki perawatan yang relatif sederhana dan nilai jual yang stabil.

4. Apakah beternak burung membutuhkan lahan luas?

Tidak harus, karena beberapa jenis seperti puyuh dan finch bisa diternakkan di lahan sempit. Kandang juga bisa disusun secara vertikal atau ditempatkan di teras rumah.

5. Apa kunci sukses dalam beternak burung kecil?

Kunci utamanya adalah kesabaran, ketelatenan, kebersihan kandang, dan pemberian pakan yang tepat. Selain itu, pemilihan jenis burung yang sesuai minat juga sangat penting.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya