Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 26 Orang

Otoritas setempat mengerahkan tiga robot untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan pasca ledakan pabrik kembang api.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 05 Mei 2026, 13:55 WIB
Foto udara yang diambil menggunakan drone pada 5 Mei 2026 ini memperlihatkan para petugas penyelamat bekerja di lokasi setelah ledakan di pabrik kembang api di Kota Guandu, Liuyang, Provinsi Hunan, China bagian tengah. (Dok. Chen Sihan/Xinhua via AP)

Liputan6.com, Beijing - Sebuah ledakan di pabrik kembang api di China bagian tengah menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 61 lainnya. Demikian konfirmasi pihak berwenang pada Selasa (5/5/2026).

Kantor berita China, Xinhua, menyebutkan ledakan terjadi pada Senin (4/5) sore di sebuah pabrik kembang api di Kota Changsha, Provinsi Hunan. Media pemerintah China Daily melaporkan bahwa pabrik tersebut dioperasikan oleh Huasheng Fireworks Manufacturing and Display Co. yang berlokasi di Liuyang, sebuah kota setingkat kabupaten di bawah administrasi Changsha yang dikenal sebagai pusat produksi kembang api.

Wali Kota Changsha Chen Bozhang seperti dikutip dari laporan Associated Press mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian sebagian besar telah selesai. Namun, proses verifikasi jumlah korban serta identifikasi para korban masih terus berlangsung.

Rekaman udara dari stasiun penyiaran negara CCTV pada Selasa menunjukkan asap putih masih mengepul di beberapa bagian lokasi, dengan sejumlah fasilitas yang runtuh atau mengalami kerusakan.

Sebanyak hampir 500 personel penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian. Pihak berwenang, menurut laporan Xinhua, juga mengevakuasi warga yang berada di zona berbahaya, dengan alasan tingginya risiko dari dua gudang mesiu yang berada di dekat lokasi ledakan.

Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan dan polisi dilaporkan telah menahan orang yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut.

Presiden Xi Jinping mendesak dilakukannya upaya maksimal untuk mencari orang-orang yang masih belum ditemukan serta menyelamatkan para korban luka. Ia meminta agar penyebab kejadian segera diselidiki dan pertanggungjawaban serius ditegakkan. Selain itu, Presiden Xi memerintahkan dilakukannya penyaringan risiko yang efektif serta pengendalian bahaya di sektor-sektor utama, sekaligus memperkuat manajemen keselamatan publik.

Untuk mencegah kecelakaan lain selama operasi berlangsung, tim penyelamat menerapkan sejumlah langkah seperti penyemprotan dan pelembapan guna menghilangkan potensi bahaya lebih lanjut.

Liuyang memiliki sejarah panjang dalam produksi kembang api. Menurut Guinness World Records, kembang api pertama yang terdokumentasi secara akurat—yakni petasan China—dikaitkan dengan Li Tian, seorang biksu yang hidup di dekat Liuyang pada masa Dinasti Tang sekitar tahun 618 hingga 907 Masehi. Ia menemukan bahwa memasukkan bubuk mesiu ke dalam batang bambu berongga dapat menghasilkan ledakan keras. Temuan tersebut kemudian berkembang ketika ia mengikat beberapa petasan menjadi satu, sehingga tercipta petasan Tahun Baru tradisional yang digunakan untuk mengusir roh jahat.   

Ledakan di pabrik dan toko kembang api bukanlah hal yang jarang terjadi di China dan sering kali berakibat fatal. Pada Februari, sebanyak 12 orang tewas dalam sebuah ledakan di toko kembang api di Provinsi Hubei. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya