Pembekalan LPDP Libatkan TNI, Purbaya: Bukan untuk Perang

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut keterlibatan TNI dalam kegiatan persiapan keberangkatan penerima beasiswa LPDP bertujuan memperkuat rasa nasionalisme.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 04 Mei 2026, 19:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantornya, Jumat (27/3/2026). Purbaya menyebut keterlibatan TNI dalam kegiatan persiapan keberangkatan penerima beasiswa LPDP bertujuan memperkuat rasa nasionalisme. (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kegiatan persiapan keberangkatan bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ditujukan untuk memperkuat rasa nasionalisme

Ia menjelaskan, pembekalan tersebut bukan diarahkan pada aspek militer, melainkan untuk membangun karakter dan kecintaan terhadap tanah air.

“LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut, dalam hal ini dari TNI, bukan untuk perang, tapi untuk melatih memperkuat rasa nasionalisme mereka,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Senin (4/5/2026).

Menurut Purbaya, pembekalan tersebut penting agar para penerima beasiswa tetap memiliki ikatan emosional dengan Indonesia. Ia menilai, investasi besar yang telah dikeluarkan negara melalui program LPDP harus diimbangi dengan kontribusi nyata dari para penerima setelah menyelesaikan studi.

“Jadi, utamanya itu, biar mentalnya kuat, cinta negara, dan bisa balik lagi ke sini dan menyumbang ilmunya di sini,” ujar Purbaya.

Selain itu, pemerintah berencana mengarahkan penerima beasiswa LPDP agar lebih banyak mengambil bidang studi sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan penguasaan teknologi di Indonesia yang semakin meningkat.

Purbaya mengungkapkan bahwa saat berada di Washington DC, ia sempat bertemu dengan sekitar 50 mahasiswa, baik penerima LPDP maupun non-LPDP, yang sebagian besar tidak berasal dari jurusan STEM. Ia menegaskan kondisi tersebut akan diubah karena Indonesia perlu memperkuat pemanfaatan teknologi agar tidak tertinggal.

“Kami akan ubah itu karena kita harus meningkatkan pemakaian teknologi ke depan. Kalau nggak, kita ketinggalan,” tambahnya.

 

Potensi Tambahan Anggaran

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Media Briefing dan Buka Puasa bersama Media di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Terkait potensi tambahan anggaran untuk pembekalan tersebut, Purbaya menilai hal itu masih dalam batas wajar karena merupakan bagian dari investasi negara. 

Ia juga mengisyaratkan bahwa kebutuhan anggaran tidak akan besar, mengingat kerja sama dengan TNI umumnya tidak menggunakan skema biaya komersial seperti pihak swasta, serta nilainya jauh lebih kecil dibandingkan biaya pendidikan penerima beasiswa di luar negeri. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya