Bank Mandiri Tebar Dividen Final 2025 Rp 376,95 per Saham

Berikut jadwal pembagian dividen final PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk tahun buku 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Mei 2026, 15:52 WIB
Bank Mandiri (BMRI) mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2025. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp 35,14 triliun. Pemegang saham akan mendapatkan dividen final 2025 sebesar Rp 376,95 per saham.

Perseroan membagikan dividen final tersebut sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim 2025 sebesar Rp 100 per saham dengan nilai Rp 9,32 triliun.

Seiring hal itu, Bank Mandiri membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun atau setara Rp 476,95 per saham. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (4/5/2026).

Dividen yang dibagikan tersebut berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025 yakni laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 56,29 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 11,82 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 327,40 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal efektif pada 25 Mei 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Mei 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 Mei 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 12 Mei 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 13 Mei 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 12 Mei 2026 waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 25 Mei 2026

Pada perdagangan saham sesi kedua, saham BMRI naik 0,46% menjadi Rp 4.420 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik 40 poin menjadi Rp 4.430 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.470 dan level terendah Rp 4.410 per saham. Total frekuensi perdagangan 29.587 kali dengan volume perdagangan saham 1.637.846 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 727 miliar.

RUPST Bank Mandiri Setujui Pembagian Dividen Jumbo Rp 44,47 Triliun

Gedung Bank Mandiri. (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 44,47 triliun atau sekitar 79 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah perseroan. Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 29 April 2026. Selain itu, rapat ini juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback), perubahan susunan manajemen, serta sejumlah agenda lainnya.

Pembagian dividen itu berasal dari laba bersih konsolidasi 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun, mencerminkan performa yang tetap kuat. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 13,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1.895 triliun serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9 persen YoY menjadi Rp 2.106 triliun.

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp 9,3 triliun telah lebih dahulu dibayarkan sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya akan disalurkan kepada pemegang saham setelah pelaksanaan RUPST. Total dividen per saham (DPS) untuk tahun buku 2025 tercatat Rp 476,95, meningkat dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang sebesar Rp 466,18 per lembar saham.

“Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).

Berdasarkan harga penutupan saham pada hari pelaksanaan RUPST sebesar Rp 4.430 per saham, tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) tercatat 10,77 persen, termasuk yang tertinggi di sektor perbankan domestik.

"Keputusan pemegang saham hari ini mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang kami jaga dan arah pertumbuhan yang kami bangun. Dividen ini sekaligus menjadi wujud tekad kami untuk Melayani Sepenuh Hati, sebagai mitra negara dan bagian dari ekosistem Danantara yang memperkuat kontribusi BUMN bagi masyarakat," lanjut Riduan.

 

Rencana Buyback

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, RUPST juga menyetujui rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun yang akan dilaksanakan hingga 12 bulan sejak persetujuan, atau sampai 29 April 2027.

Saham hasil buyback akan dicatat sebagai saham treasuri dan selanjutnya dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kebijakan ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan yang didukung fundamental kuat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya