TBIG Kelola 24.666 Menara, Pendapatan Tembus Rp 1,71 Triliun

Laporan keuangan TBIG mencatatkan laba bersih Rp 405,16 miliar. Meski turun 5,6%, perseroan tetap agresif mengoperasikan 24.666 sites telekomunikasi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 03 Mei 2026, 16:00 WIB
Petugas PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melakukan perawatan rutin tower di Kepulauan Seribu, Rabu, 18/9/2019). PT TBIG memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 site telekomunikasi tersebar di seluruh indonesia, ditargetkan akan menambah 3000 penyewaan di tahun 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih sebesar Rp 405,16 miliar pada kuartal I 2026. Realisasi tersebut mengalami penurunan 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 429,24 miliar.

Melansir laporan keuangan Perseroan pada laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (3/5/2026), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas tercatat Rp 390,09 miliar, turun 5,6% dari Rp 413,40 miliar pada periode sebelumnya. Adapun laba bersih untuk kepentingan non-pengendali tercatat Rp 15,06 miliar, menurun dari Rp 15,84 miliar.

Dari sisi pendapatan, TBIG mencatatkan perolehan sebesar Rp 1,71 triliun atau terkoreksi 1,15% dibandingkan Rp 1,73 triliun pada kuartal I 2025. Sementara itu, EBITDA perseroan tercatat Rp 1,465 triliun pada periode tersebut. Jika dihitung secara tahunan, EBITDA diperkirakan mencapai Rp 5,86 triliun dengan proyeksi pendapatan tahunan sekitar Rp 6,87 triliun.

Sampai akhir Maret 2026, TBIG mengoperasikan 24.666 sites telekomunikasi yang meliputi 24.558 menara dan 108 jaringan Distributed Antenna System (DAS). Jumlah penyewaan tercatat sebanyak 41.764 dengan rasio kolokasi sebesar 1,70 kali.

 

Utang TBIG

Wisatawan melakukan telepon di dekat tower di Kepulauan Seribu, Rabu, 18/9/2019). PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 site telekomunikasi tersebar di seluruh indonesia, ditargetkan akan menambah 3000 penyewaan di tahun 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari sisi struktur keuangan, total utang TBIG tercatat Rp 28,66 triliun dengan posisi kas sebesar Rp 778 miliar, sehingga menghasilkan net debt Rp 27,88 triliun. Sementara itu, net senior debt tercatat Rp 4,59 triliun dengan rasio terhadap EBITDA sebesar 0,8 kali.

Sebelumnya pada Februari 2026 perseroan berhasil menetapkan harga untuk seri baru obligasi dalam Rupiah serta menerbitkan Sukuk, termasuk obligasi bertenor satu tahun senilai Rp 700 miliar dengan tingkat bunga 4,85% yang menjadi salah satu yang paling kompetitif bagi perseroan hingga saat ini.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya