4 Mei 1919: Gelombang Demonstrasi Jadi Titik Awal Transformasi China Modern

Bagaimana gerakan 4 Mei 1919 ini memicu nasionalisme warga China?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 04 Mei 2026, 07:39 WIB
(Foto: Pixabay) Ilustrasi penduduk Tiongkok.

Liputan6.com, Beijing - Pada 4 Mei 1919, ribuan mahasiswa turun ke jalan di Beijing dalam sebuah demonstrasi besar yang kemudian dikenal sebagai Gerakan 4 Mei. Peristiwa ini menjadi salah satu titik balik terpenting dalam sejarah modern Tiongkok dan kerap disebut sebagai awal lahirnya identitas nasional Tiongkok modern. 

Aksi protes tersebut dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap hasil Perjanjian Versailles setelah berakhirnya Perang Dunia I. Meski berada di pihak pemenang, Tiongkok justru mendapati wilayah Shandong yang sebelumnya dikuasai Jerman diserahkan kepada Jepang oleh kekuatan Barat, alih-alih dikembalikan kepada Tiongkok.

Keputusan tersebut memicu kemarahan publik dan dianggap sebagai bentuk pengkhianatan diplomatik terhadap kedaulatan Tiongkok, dikutip dari laman The Non Violent Project, Senin (4/5/2026).

Demonstrasi yang bermula di kawasan Lapangan Tiananmen dengan cepat berkembang menjadi gerakan nasional. Tidak hanya melibatkan mahasiswa, aksi ini juga mendapat dukungan luas dari kalangan buruh, pedagang, dan kelompok intelektual di berbagai wilayah.

Lebih dari sekadar protes politik, Gerakan 4 Mei berkembang menjadi revolusi intelektual dan budaya. Para aktivis saat itu menyerukan pentingnya “sains dan demokrasi” sebagai fondasi modernisasi bangsa. Mereka juga mengkritik ajaran tradisional Konfusianisme yang dinilai menghambat kemajuan sosial dan politik.

Gerakan ini turut mendorong perubahan besar dalam arah pemikiran intelektual Tiongkok. Jika sebelumnya banyak kalangan terdidik menaruh harapan pada liberalisme Barat, kekecewaan terhadap perlakuan negara-negara Barat membuat sebagian intelektual beralih pada gagasan-gagasan radikal.

Perubahan orientasi tersebut kemudian menjadi salah satu landasan penting berdirinya Partai Komunis Tiongkok pada 1921.

Semangat nasionalisme yang lahir dari Gerakan 4 Mei juga membentuk identitas baru bangsa Tiongkok, yang menuntut kedaulatan penuh, reformasi sosial, serta pembebasan dari campur tangan asing.

Hingga kini, peristiwa tersebut dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap imperialisme dan tonggak awal perjalanan Tiongkok menuju statusnya sebagai salah satu kekuatan global utama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya