Cerita Korban Selamat Kecelakaan KRL: Tubuh Terlempar dan Terhimpit di Tumpukan Penumpang

Sebanyak 16 orang meninggal dalam kecelakaan KRL di Bekasi Timur.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 30 April 2026, 15:16 WIB
Para pekerja memeriksa kondisi lokomotif Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan salah satu gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Anggita Rizka Utami tak menyangka perjalanan pulangnya malam itu begitu mengerikan. Dia berdiri di dekat kursi khusus prioritas.

KRL Commuter Line yang ditumpanginya perlahan melaju meninggalkan Stasiun Bekasi. Jelang Stasiun Bekasi Timur, rangkaian kereta terhenti. Anggita mulai gusar. Sudah beberapa menit terlewat. Tak ada tanda-tanda kereta akan berangkat.

"Info diterima, kereta tertahan karena delay," ujar Aditya Subagja, mengulang penuturan sang kaka yang menjadi korban kecelakaan KRL. Aditya ditemui saat mendampingi kakaknya di RSUD Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Anggita kemudian berpikir memberi tahu suaminya. Belum lagi pesan terkirim, tiba-tiba suara kencang menghantam gerbong yang ditumpanginya. KRL itu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.

"Kakak sudah mau kasih kabar ke suaminya, tapi belum sempat terkirim pesannya, keretanya sudah ditabrak," tutur Aditya menceritakan kejadian yang dialami sang kakak.

 

Tubuh Anggita Terlempar

Seketika situasi begitu kacau. Tubuh Anggita terlempar dan bertumpuk dengan kumpulan korban lain. Dia pun terhimpit. Seperti mukjizat, saat bersamaan pintu gerbong terbuka. Dalam keadaan syok berat, Anggita coba melangkah pelan meninggalkan kereta. Hingga kemudian mendapat pertolongan, dievakuasi ke rumah sakit.

"Pas kejadian, kakak terlempar ke tumpukan korban lain, dia terhimpit, (tapi) pintunya otomatis kebuka, lalu dia bisa keluar," cerita Aditya.

Aditya mengaku bersyukur karena sang kakak masih bisa memberi kabar setelahnya. Usai dievakuasi ke RSUD Bekasi, pukul 2 dini hari tim dokter membolehkannya pulang usai serangkaian pemeriksaan medis karena tidak mengalami luka parah.

"Di hari kejadian, dia di IGD terus dipulangkan di jam 2 pagi ya, jam 2 pagi, karena kelihatannya nggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan," jelas Aditya.

 

Kini Kembali Masuk Rumah Sakit

Adik Anggita korban kecelakaan KRL (Foto: Radityo/Liputan6.com)

Tetapi tiga hari berselang setelah kejadian, sang kakak harus kembali ke RSUD Bekasi dan menjadi pasien rawat inap karena merasakan sakit di tubuhnya.

"Pas besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check-up, tadinya mau check-up tapi jadinya malah rawat inap. Tangan sebelah kanan, kaki dan punggung jadi susah bangun sendiri. Sekarang dirujuk ke dokter spesialis," jelasnya.

Menurutnya, kondisi Anggita dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi secara baik. Namun memang ada rasa trauma sehingga menjalani perawatan trauma healing oleh tim rumah sakit.

"Sekarang rasanya sudah lumayan membaik. Soalnya kemarin masih syok, dan sekarang udah ada bimbingan psikologi juga jadi udah bisa cerita kayak gitu," dia menandasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya