Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Pekerja. Pengumumannya disebut akan dilakukan pada puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cria Kuntadi belum bicara banyak ketika ditanya Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja tersebut. Dia meminta menunggu puncak Hari Buruh, 1 Mri 2026.
Advertisement
"Tunggu 1 Mei ya," kata Cris, ditemui di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, di Jakarta, dikutip Kamis (20/4/2026).
Diketahui, Kepala Negara dijadwalkan hadir dalam perayaan Hari Buruh di Monumen Nasional, 1 Mei 2026, besok. Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja dikabarkan menggantikan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN) yang diusulkan sejak tahun lalu.
Cris mengaku tengah menyiapkan berbagai aspek. Termasuk pada susunan pengurus dalam Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja tersebut.
"Pokoknya kami sudah sedang siapkan semuanya, nanti gong-nya di 1 Mei. Sedang disiapkan (susunan pengurus)," kata Cris.
Prabowo Bakal Ikut May Day 2026
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari menyebut Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Langkah itu disebut jadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap pekerja buruh.
Qodari menyampaikan, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukan lah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama.
"Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta," ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Sejalan dengan Buruh
Dia menjelaskan, buruh dan pemerintah saat ini dalam satu arah jalan yang sama. Dia membantah kalau pemerintah berseberangan dengan buruh.
"Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” tegas dia.
Menurut dia, negara hadir sebagai pelindung pekerja, sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja. Dia mengamini masyarakat dan pekerja buruh dihadapkan oleh berbagai kekhawatiran. Mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan biaya hidup, dan ketidakpastian ekonomi.
"Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja,” katanya.
Said Iqbal Ikut Hari Buruh di Monas
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memastikan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut keputusan pemindahan lokasi dari DPR RI ke Monas diambil setelah adanya pertemuan dengan Presiden.
"KSPI dengan didukung oleh Partai Buruh memutuskan untuk mengadakan Perayaan Mayday bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan teman-teman Serikat Buruh lainnya di Monas,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).