Pendapatan IMPC Tembus Rp 1,2 Triliun hingga Kuartal I 2026

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) meraih pertumbuhan pendapatan 25,4% dan laba 32,9% hingga kuartal I 2026.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 29 April 2026, 16:15 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Liputan6.com, Jakarta - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menunjukkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang kuartal I 2026. Pendapatan naik 25,4% dan laba tumbuh 32,9% hingga Maret 2026.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2026), pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp 1,2 triliun, naik 25,4% secara tahunan dari Rp 937 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini turut mendorong peningkatan laba bersih sebesar 32,9% menjadi Rp 203 miliar, dibandingkan Rp 152 miliar pada kuartal I 2025.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, profitabilitas juga mengalami perbaikan. Laba kotor meningkat 30,2% menjadi Rp 484 miliar dengan margin naik ke 41,2%. Laba usaha tumbuh 20,2% menjadi Rp 237 miliar, sementara margin laba bersih ikut menguat dari 16,3% menjadi 17,2%.

Kinerja operasional yang solid juga tercermin dari EBITDA yang naik 19,8% menjadi Rp 288 miliar. Di sisi struktur keuangan, perseroan berhasil memperbaiki rasio utang terhadap EBITDA dari 5,3x menjadi 2,4x, serta meningkatkan kemampuan pembayaran bunga yang tercermin dari rasio EBITDA terhadap bunga yang melonjak ke 26,3x.

Dari sisi neraca, total aset meningkat 13,8% menjadi Rp 5,17 triliun, sementara ekuitas melonjak 40,7% menjadi Rp 3,24 triliun. Pada saat yang sama, total liabilitas berhasil ditekan turun 13,8%, menunjukkan pengelolaan keuangan yang lebih sehat.

Kinerja positif ini terutama ditopang oleh permintaan domestik yang tetap kuat serta efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan perseroan. Meski dihadapkan pada tantangan eksternal, perseroan tetap mempertahankan target kinerja tahun 2026 dengan pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 700 miliar.

 

IMPC Kantongi Pendapatan Rp 4,3 Triliun pada 2025

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Sebelumnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun fiskal 2025 dengan pertumbuhan pada hampir seluruh indikator utama. Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp 4,3 triliun, meningkat 10,1% dibandingkan Rp 3,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Melansir laporan keuangan Perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), dari sisi profitabilitas, laba kotor naik menjadi Rp 1,7 triliun dari Rp 1,5 triliun, dengan margin laba kotor membaik tipis dari 39,4% menjadi 39,5%. Laba usaha turut meningkat 6,8% menjadi Rp 848 miliar dari Rp 795 miliar. Sementara itu, laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 15 % menjadi Rp 620 miliar dari Rp 539 miliar, dengan margin laba bersih naik dari 13,9% menjadi 14,5%.

Kinerja operasional juga tercermin dari EBITDA yang meningkat 8,7% menjadi Rp 1,0 triliun dibandingkan Rp 949 miliar pada tahun sebelumnya. Meski margin EBITDA sedikit turun dari 24,5% menjadi 24,2%, peningkatan nominal menunjukkan pertumbuhan kinerja yang tetap kuat.

 

 

Aset Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 18,9% menjadi Rp 5,30 triliun, didorong oleh kenaikan aset lancar sebesar 29,2% menjadi Rp 2,85 triliun serta lonjakan kas dan setara kas sebesar 146,0% menjadi Rp 711 miliar. Total ekuitas juga melonjak signifikan sebesar 58,4% menjadi Rp 3,40 triliun.

Sebaliknya, total liabilitas mengalami penurunan 17,7% menjadi Rp 1,91 triliun, dengan liabilitas jangka pendek turun 13,1% menjadi Rp 1,06 triliun. Perbaikan struktur permodalan tercermin dari rasio liabilitas terhadap ekuitas yang turun dari 1,1x menjadi 0,6x, serta rasio liabilitas terhadap aset yang menurun dari 0,5x menjadi 0,4x.

Selain itu, rasio utang terhadap EBITDA membaik signifikan dari 1,4x menjadi 0,6x, sementara rasio lancar meningkat dari 1,8x menjadi 2,7x, menunjukkan likuiditas yang semakin kuat. Di sisi lain, rasio EBITDA terhadap beban bunga berada di level 13,2x.

Secara keseluruhan, capaian kinerja tersebut melampaui target yang telah ditetapkan Perseroan untuk 2025, yakni pendapatan Rp 4,2 triliun dan laba bersih Rp 600 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya