Harga Perak Antam Hari Ini 29 April 2026 Turun Rp 1.700

Berikut pergerakan harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu, (29/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 April 2026, 12:18 WIB
Harga perak pada Rabu, (29/4/2026).(Photo by Scottsdale Mint on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada Rabu, (29/4/2026). Koreksi harga perak Antam ini mengikuti harga emas Antam. Namun, berlawanan dengan harga perak dunia yang menguat.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 1.700 menjadi Rp 47.150. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam berada di posisi Rp 48.850.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan butiran perak murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 12.312.500. Sementara itu, perak batangan 500 gram dibanderol Rp 23.700.000.

Mengutip tradingeconomics, harga perak diperdagangkan mendekati USD 73 per ounce pada Rabu pekan ini. Harga perak naik 1,03% menjadi USD 73,79.

Kenaikan harga perak ini terjadi seiring perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti dan penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung memicu kekhawatiran atas meningkatnya inflasi. Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran atas meningkatnya inflasi.

Presiden AS Donald Trump menuturkan, Iran telah meminta AS untuk mencabut blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Sementara negosiasi untuk mengakhiri konflik itu terus berlanjut, di tengah gangguan telah memperketat pasokan energi dari Timur Tengah.

Penutupan jalur penting ini telah memutus sekitar 20% aliran minyak global, memicu apa yang digambarkan IEA sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah tercatat dan mengintensifkan tekanan inflasi.

Investor semakin memperhitungkan kemungkinan bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu lebih lama bahkan memperketatnya lebih lanjut yang akan membebani logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil. Awal pekan ini, Bank of Japan mempertahankan suku bunga. Sedangkan bank sentral di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Kanada dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan akhir pekan ini.

 

 

Harga Emas Terjun Bebas ke Level Terendah, Ini Gara-garanya

Seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. Pada Rabu (14/1/2026), harga emas dan perak terus menguat mencapai level tertinggi. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 2% ke level terendah dalam hampir empat minggu pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Harga emas terpukul oleh kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang dan karena investor menunggu pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) minggu ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (29/4/20260, harga emas di pasar spot turun 2,4% menjadi USD 4.570,34 per ons, level terendah sejak 2 April. Sedangkan harga emas AS untuk pengiriman Juni turun 2,3% menjadi USD 4.584,70.

“Hal ini telah menghidupkan kembali pesimisme tentang proses perdamaian di Timur Tengah. Pemerintahan Trump menolak tawaran terbaru Iran dan karenanya selat tersebut tetap tertutup,” kata Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant.

“Hal itu telah mendorong harga minyak naik dan menghidupkan kembali kekhawatiran tentang inflasi menjelang pertemuan FOMC minggu ini... mendorong harga emas ke level terendah empat minggu," lanjut dia.

Trump tidak senang dengan proposal terbaru Iran tentang penyelesaian perang, yang meredam harapan untuk penyelesaian konflik yang telah mengganggu pasokan energi, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang.

Harga minyak naik lebih dari 3% karena upaya yang terhenti untuk mengakhiri perang Iran membuat Selat Hormuz sebagian besar tertutup, sehingga membatasi pasokan dari Timur Tengah, sementara Uni Emirat Arab mengumumkan akan keluar dari OPEC dan OPEC+.

 

Tekanan Inflasi

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Harga minyak mentah yang tinggi menambah tekanan inflasi, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi mengurangi daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada level saat ini, yaitu 3,50% hingga 3,75%, pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu. Mereka juga akan mendengarkan dengan saksama pernyataan Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers terakhirnya sebelum menyerahkan bank sentral kepada calon penggantinya, Kevin Warsh.

Keputusan bank sentral lainnya minggu ini juga menjadi perhatian investor, termasuk dari Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Canada.

Sementara itu, China, konsumen emas terbesar di dunia, mengimpor bersih 47.866 metrik ton emas dari Hong Kong pada bulan Maret, naik dari 46.249 ton pada bulan Februari, menurut data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong yang dirilis pada hari Selasa.

Harga perak spot turun 3,6% menjadi USD 72,78 per ons. Harga platinum kehilangan 1,9% menjadi USD 1.945,28 dan harga paladium turun 1,2% menjadi USD 1.459,78. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya