Inggris Tingkatkan Mitigasi Krisis Energi Imbas Konflik Iran

Upaya peningkatan mitigasi krisis ini disampaikan oleh Sekretaris Utama Perdana Menteri Inggris Darren Jones.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 28 April 2026, 09:05 WIB
Ilustrasi bendera Inggris (Unsplash/Aleks Marinkovic)

Liputan6.com, London - Sekretaris Utama Perdana Menteri Inggris Darren Jones mengatakan pemerintah sedang meningkatkan strategi cadangan di tengah kekhawatiran penutupan Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia, akan mengganggu pasokan.

Pemerintah Inggris sedang meningkatkan upaya untuk melindungi negaranya dari dampak ekonomi akibat perang Iran, tambah Jones, sementara sejumlah pejabat memperingatkan bahwa harga yang lebih tinggi dapat bertahan selama beberapa bulan, bahkan setelah konflik berakhir.

"Kami saat ini mempersiapkan diri dan sebisa mungkin mengurangi dampak terhadap perekonomian dan keamanan dalam negeri kami, sebagai akibat dari konflik tersebut," kata mantan wakil menteri keuangan Inggris itu, Minggu (26/4/2026).

Adapun, para menteri di Inggris menekankan bahwa saat ini tidak ada kekurangan bahan bakar, sehingga masyarakat tetap dapat untuk melanjutkan pembelian secara normal, dikutip dari laman Antara News, Selasa (28/4).

Meski demikian, jajaran menteri Inggris tetap berkoordinasi untuk menjaga rantai pasokan stabil dengan melakukan rapat sebanyak dua kali dalam sepekan.

Jones pun menegaskan bahwa tekanan harga bisa saja terjadi yang berdampak pada warga Inggris akan menghadapi biaya lebih tinggi akan energi, makanan, dan penerbangan.

"Perkiraan terbaik kami adalah delapan bulan sejak titik resolusi itu terjadi, kita semua akan merasakan dampak ekonomi di seluruh sistem. Sehingga, masyarakat akan menghadapi harga-harga naik di sektor energi, makanan, dan tiket pesawat, sebagai konsekuensi dari apa yang telah dilakukan (Presiden AS) Donald Trump di Timur Tengah," katanya.

 

Gangguan Produksi Energi

Ilustrasi bendera Inggris (unsplash)

Menurut BBC, gangguan produksi energi dan transportasi akibat konflik tersebut telah mendorong kenaikan biaya secara global, sementara para pejabat telah menyusun skenario terburuk, termasuk potensi kekurangan pangan, jika situasinya memburuk.

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan memimpin rapat kabinet pada pekan ini untuk berkoordinasi terhadap tanggapan-tanggapan para menteri.

Pemerintah Inggris juga bekerja sama dengan mitra internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menstabilkan pasar.

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, Pemerintah Inggris telah mempersiapkan langkah-langkah, antara lain dukungan untuk biaya bahan bakar dan energi, upaya untuk mengamankan pasokan CO2 untuk industri makanan, serta koordinasi dengan mitra global mengenai cadangan minyak darurat.

Jones menegaskan kembali bahwa meskipun Inggris mencoba membatasi dampak tersebut, berbagai situasi yang terjadi di luar negeri akan tetap berpengaruh terhadap kondisi di dalam negeri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya