Laba Emiten Kelapa Sawit DSNG Naik 15% Kuartal I 2026, Intip Pendorongnya

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) catat pertumbuhan kinerja kuartal I-2026, laba naik 15% jadi Rp 241 miliar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 April 2026, 11:50 WIB
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,9% secara tahunan (year-on-year/YoY), diikuti kenaikan laba sebesar 15% menjadi Rp 241 miliar.

Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja segmen kelapa sawit yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Andrianto Oetomo, menjelaskan bahwa harga jual rata-rata (ASP) minyak sawit mentah atau CPO meningkat sekitar 18%, meskipun harga inti sawit mengalami penurunan.

“Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000 hektar,” jelas Andrianto dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga meningkat sekitar 10% seiring naiknya volume penjualan CPO. Namun, strategi pengelolaan utang (deleveraging) yang dilakukan perusahaan berhasil menekan biaya bunga, sehingga turut mendorong pertumbuhan laba.

Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) tercatat meningkat 2,7% YoY menjadi 492 ribu ton. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan produktivitas kebun serta efisiensi operasional.

 

Segmen Industri Kayu Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Di tengah kinerja positif, DSNG masih menghadapi tekanan pada segmen industri kayu. Permintaan global terhadap produk panel dan engineered flooring mengalami penurunan, terutama akibat perlambatan pasar di Amerika Serikat.

Penjualan panel kayu tercatat sebesar 26 ribu meter kubik, sementara engineered flooring mencapai 56 ribu meter persegi. Kedua segmen tersebut mengalami penurunan volume penjualan masing-masing sebesar 11,5% dan 63,2% secara tahunan.

Sementara itu, pada segmen energi terbarukan, pendapatan tercatat sebesar Rp 40,2 miliar atau turun 8,4% YoY. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan ekspor cangkang inti sawit (PKS), khususnya dari pasar Jepang.

Hingga akhir Maret 2026, total aset DSNG tercatat mencapai Rp 17,7 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp 5,7 triliun dan ekuitas Rp 12 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya