Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Brasil mencatat transaksi kripto di negara tersebut tembus USD 6,9 miliar atau setara Rp 119 triliun (asumsi kurs Rp 17.252). Stablecoin menjadi mayoritas terbesar dalam transaksi kripto di Brasil.
Menurut data yang dirilis oleh Bank Sentral Brasil, volume kripto yang ditransaksikan selama kuartal I-2026 mencapai USD 6,9 miliar. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume yang tercatat pada periode yang sama di 2025. Dari angka itu, lebih dari 98% berasal dari stablecoin atau sekitar USD 6,8 miliar.
Advertisement
Porsi besar tersebut bukan tanpa alasan. Di Brasil, stable coin telah menjadi alternatif untuk pembayaran dan pengiriman uang (remitansi) serta tidak dikenakan pajak finansial, berbeda dengan mata uang biasa, seperti dikutip dari Bitcoin.com, Minggu (26/4/2026).
Brasil memiliki rencana untuk mengenakan pajak pada pembelian dan remitansi stablecoin, tetapi masih ditunda oleh pemerintah. Kepala Statistik Bank Sentral Brasil, Fernando Rocha, menyoroti karena proses regulasi yang sedang berlangsung untuk bursa kripto, bank tersebut berharap dapat memperoleh estimasi yang lebih akurat terkait volume ini.
"Kami bekerja dengan skenario bahwa sepanjang semester kedua, kami akan menerima, memproses, dan memvalidasi informasi ini, sehingga kami dapat memiliki kumpulan data yang lebih kuat mengenai transaksi sektor eksternal untuk aset kripto," ujarnya.
Pertumbuhan Stablecoin Melesat
Pertumbuhan stablecoin di Brasil disebut terjadi dengan cepat. Menjadikannya sebagai salah satu negara di posisi teratas dalam adopsi kripto.
Menurut TRM Labs, Brasil saat ini merupakan pasar kripto terbesar kelima, tepat di bawah Amerika Serikat, Korea Selatan, Rusia, dan India, dengan volume ritel sebesar USD 40,4 miliar selama kuartal I-2026.
Popularitas ini telah membuat stablecoin keluar dari niche cryptocurrency dan mulai diadopsi di berbagai sektor dan industri lainnya, termasuk transaksi antar bisnis (B2B). Sebagian besar agen perjalanan internasional yang beroperasi di Brasil dilaporkan telah mengadopsi stablecoin, dan remitansi menggunakan aset ini juga mengalami lonjakan.
Menteri Keuangan Brasil Tunda Konsultasi Pajak Kripto
Sebelumnya, Menteri Keuangan Brasil yang baru, Dario Durigan, berencana menunda konsultasi publik tentang pajak kripto. Hal ini karena pemerintah mengalihkan fokusnya ke pemilihan presiden negara itu pada Oktober, demikian menurut dua sumber kepada Reuters.
Mengutip the block, Minggu, (22/3/2026), Durigan menjabat pada Jumat setelah pendahulunya, Fernando Haddad, mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Sao Paulo. Ia bermaksud untuk menghindari pengeluaran modal politik di Kongres untuk langkah-langkah pajak yang kontroversial selama tahun pemilihan, kata sumber tersebut.
Konsultasi yang ditunda tersebut telah diantisipasi sebagai langkah selanjutnya dalam kerangka kerja kripto Brasil yang terus berkembang. Pada November, bank sentral Brasil menyelesaikan aturan yang membawa penyedia layanan kripto di bawah peraturan sektor keuangan yang ada, yang mengharuskan mereka untuk mendapatkan otorisasi untuk beroperasi, seperti yang dilaporkan The Block sebelumnya.
Transaksi Stablecoin
Aturan tersebut juga menempatkan transaksi stablecoin dan penggunaan aset virtual untuk transfer internasional di bawah pengawasan pasar valuta asing.
Kepala bank sentral Gabriel Galipolo mengatakan awal tahun ini kalau penggunaan kripto domestik telah melonjak selama tiga tahun terakhir, dengan sekitar 90% aliran terkait dengan stablecoin, menurut Reuters. Konsultasi Kementerian Keuangan dimaksudkan untuk membahas perlakuan pajak atas aliran tersebut.
Penundaan kebijakan kripto merupakan bagian dari jeda fiskal yang lebih luas. Proposal terpisah untuk mengakhiri pengecualian pajak atas sekuritas investasi seperti surat kredit, yang gagal disahkan di Kongres tahun lalu, kini mungkin akan ditunda hingga masa jabatan presiden baru yang dimulai pada 2027, menurut laporan Reuters.
Pasar Kripto
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva meminta Durigan (41) untuk menjadi "wajah baru ekonomi Brasil," dengan menekankan pembangunan ekonomi dan lingkungan bisnis yang menguntungkan, kata sumber tersebut. Lula menghadapi persaingan ketat dalam pemilihan ulang, dengan jajak pendapat menunjukkan ia berpotensi menghadapi putaran kedua melawan Senator Flavio Bolsonaro.
Prioritas legislatif Durigan justru akan mencakup regulasi ekonomi perusahaan teknologi besar, aturan manajemen krisis lembaga keuangan, dan program investasi pusat data Redata, menurut laporan tersebut.
Pasar Kripto Terbesar di Amerika Latin
Brasil menempati peringkat kelima secara global dan pertama di Amerika Latin dalam Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis, dengan nilai kripto sekitar USD 318,8 miliar atau Rp 5.405 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.960) yang diterima antara Juli 2024 dan Juni 2025.
Negara ini telah menarik minat institusional kripto yang semakin meningkat, dengan Paradigm melakukan investasi pertamanya di Brasil pada Desember, mendukung startup stablecoin berbasis real, Crown, dalam pendanaan Seri A sebesar USD 13,5 juta atau Rp 228,90 miliar.
Penyedia layanan yang tercakup dalam aturan bank sentral November masih menghadapi tenggat waktu kepatuhan pada November 2026. Tetapi dengan konsultasi pajak yang sekarang ditangguhkan, perlakuan fiskal terhadap transaksi yang difasilitasi oleh penyedia tersebut akan tetap tidak ditentukan setidaknya hingga pemilihan umum.