Menkum Supratman Soroti Pentingnya Pelaku Industri Olahraga Daftar Hak Kekayaan Intelektual

Menkum Supratman Andi Agtas mengungkap, perlindungan kekayaan intelektual dalam industri olahraga harus dilakukan di tengah transformasi yang luar biasa.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 26 April 2026, 14:05 WIB
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas dalam acara perayaan Hari Kekayaan Intelektual di kawasan Sarinah, Minggu (26/4/2026). (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengungkap, perlindungan kekayaan intelektual dalam industri olahraga harus dilakukan di tengah transformasi yang luar biasa.

"Hampir semua produk-produk yang kita gunakan hari ini, entah itu baju, celana, sepatu, raket, sepeda, bola, apa pun itu yang kita gunakan memiliki dua, minimal dua alat kekayaan intelektual yang melekat di dalamnya," ujar Supratman dalam acara perayaan Hari Kekayaan Intelektual di kawasan Sarinah, Minggu (26/4/2026).

Dia mengatakan, hak kekayaan intelektual dalam industri olahraga menjadi bagian penting. Karena tidak jarang, yang sudah memilikinya masih banyak terjerat berbagai sengketa sehingga harus menempuh jalur hukum.

Supratman mengatakan saat ini banyak produk di dunia olahraga yang sudah memiliki perlindungan kekayaan intelektual, mulai dari merek, desain industri, hingga hak cipta.

Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan untuk banyak pelaku industri olahraga yang mendaftarkan patennya.

"Walaupun sekarang hampir semua di beberapa cabor, di beberapa event, baik merek maupun patennya pasti sudah terdaftar, entah itu merek terkenal ataupun yang lokal," terang Supratman.

 

Bawa Manfaat Ekonomi

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, tampak asik berjoget bersama para peserta yang mengikuti fun walk peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026 yang berlangsung di Sarinah, Jakarta Pusat pada Minggu (26/4/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Supratmen menegaskan, pendaftaran Kekayaan Intelektual bagi industri olahraga bukan sekadar memberikan perlindungan, melainkan juga manfaat ekonomi.

Hal ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, Minggu (26/4/26) di Anjungan Sarinah, Jakarta.

"Mulai saat ini, kita menggalakkan mendaftarkan hak kekayaan intelektual karena bukan hanya untuk memberi perlindungan, tetapi yang lebih utama bahwa di balik hak kekayaan intelektual itu ada manfaat ekonominya, ada nilai komersialisasinya yang perlu kita bekerja bersama-sama," ungkap Supratman.

Ada pun acara ini turut dihadiri oleh Sesmenpora Gunawan Suswantoro, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum Hermansyah Siregar, Chief Operating Officer of Vidio Hermawan Sutanto, dan sejumlah atlet tanah air seperti atlet MMA Suwardi, atlet Bulu Tangkis Apriyani Rahayu dan M. Rian Ardianto, dan pemain Persija Hanif Sjahbandi.

 

Dampak Ekonomi Besar

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas dalam acara peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, Minggu (26/4/26) di Anjungan Sarinah, Jakarta. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Supratman menambahkan, pendaftaran ini bukan hanya menguntungkan pelaku usaha, melainkan dampak ekonomi besar termasuk penyerapan tenaga kerja. Upaya ini menyusul adanya transformasi industri olahraga yang berkembang pesat.

Dalam peringatan kali ini, Kemenkum mengangkat tema 'Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap Berinovasi'. Supratman menyebut, olahraga menjadi industri besar yang sering kali luput dari perhatian hak paten.

"Yang sering tidak kita perhatikan, sering tidak terbaca secara visual, terlihat secara visual, adalah banyaknya paten yang berada dalam ekosistem olahraga. Ya, ada sepatu, ada bola, di arena ada sepeda, ada raket, bola padel, raket padel, itu semua karya cipta yang luar biasa karena itu melekat di dalamnya adalah kekayaan intelektual," kata dia.

Oleh karena itu, Supratman mendorong kepada para pelaku industri olahraga untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya. Sehingga tidak hanya mengejar prestasi, melainkan dapat manfaat ekonomi dari industri tersebut.

"Kita berharap mudah-mudahan event kali ini itu akan mendorong di samping prestasi tapi juga menyangkut soal manfaat ekonominya itu bisa dirasakan oleh industri ini," jelas Supratman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya