Emiten AKRA Kantongi Pendapatan Rp 12,94 Triliun hingga Maret 2026

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pendapatan tumbuh 26,18% dan laba naik 12,61% pada kuartal pertama 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 26 April 2026, 06:00 WIB
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merilis laporan keuangan kuartal pertama 2026.(Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)

Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama entitas anaknya meraup pendapatan sebesar Rp 12,94 triliun pada kuartal I 2026 berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang belum diaudit. Pendapatan perseroan naik 26,18% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,25 triliun.

Capaian ini mencerminkan aktivitas operasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung pada awal tahun.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Minggu (26/4/2026), dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba neto periode berjalan sebesar Rp 760,25 miliar. Laba itu tumbuh 25,80% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 604,32 miliar. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi serta mengoptimalkan pendapatan yang diperoleh sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 656,49 miliar, naik 12,61% dari periode kuartal pertama 2025 senesar Rp 565.20 miliar.

Selain itu, total penghasilan komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp 776,30 miliar. Nilai ini sedikit lebih tinggi dari laba neto, mencerminkan adanya kontribusi dari komponen pendapatan komprehensif lainnya yang memperkuat kinerja keseluruhan perusahaan.

Laba per saham juga tercatat sebesar Rp 33,25, yang menjadi indikator positif bagi para investor terkait potensi imbal hasil dari investasi di perusahaan tersebut. Kinerja ini memberikan sinyal optimisme terhadap prospek bisnis ke depan.

Struktur Keuangan

Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan mencapai Rp 37,06 triliun. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp 23,37 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 13,69 triliun, yang menunjukkan keseimbangan antara likuiditas jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 20,87 triliun. Angka ini mencerminkan kewajiban perusahaan yang masih berada dalam batas yang dapat dikelola, sejalan dengan skala operasional dan ekspansi bisnis yang dijalankan.

Sementara itu, total ekuitas perusahaan mencapai Rp 16,18 triliun. Secara keseluruhan, struktur keuangan PT AKR Corporindo Tbk pada kuartal I 2026 mencerminkan kondisi yang stabil dengan kombinasi aset, liabilitas, dan ekuitas yang seimbang.

 

Kinerja 2025

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pada sisi pendapatan maupun laba bersih.

Melansir laporan keuangan perseroan, Senin (23/3/2026) laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 11,12% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 2,47 triliun.

Dari sisi top line, pendapatan AKRA tercatat mencapai Rp 46,02 triliun atau tumbuh 18,82% YoY dibandingkan Rp 38,73 triliun pada periode sebelumnya.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari segmen perdagangan dan distribusi yang menyumbang sekitar 89% dari total, dengan pertumbuhan 16,27% YoY menjadi Rp 41,31 triliun.

Segmen ini ditopang oleh penjualan bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 34,01 triliun, serta kimia dasar dan lainnya yang mencapai Rp 7,3 triliun, masing-masing mencatatkan kenaikan 17,56% YoY dan 10,65% YoY.

 

 

JIIPE Jadi Pendorong Utama

Di sisi lain, segmen pabrikan mencatatkan pendapatan Rp 464,36 miliar atau turun 28,75% YoY. Sementara itu, segmen jasa logistik tumbuh signifikan 30,5% YoY menjadi Rp 1,41 triliun.

Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan dengan lonjakan pendapatan sebesar 113% YoY menjadi Rp 2,55 triliun.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan meningkat 18,92% YoY menjadi Rp 45,73 triliun, sedangkan pendapatan sewa tercatat naik 4,98% YoY menjadi Rp 285,93 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 36,56 triliun atau naik 10,43% YoY. Sementara itu, liabilitas meningkat 13,35% YoY menjadi Rp 20,95 triliun.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya