Kebakaran Hebat Ponpes di Lampung Selatan, Ini Dugaan Pemicunya

Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif di Desa Bumi Restu.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 24 April 2026, 15:38 WIB
Kebakaran melanda Pondok Pesantren Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda bangunan Pondok Pesantren Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 23 April 2026 malam.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Rully Fikriansyah membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.20 WIB dari Kepala Desa setempat.

“Kami menerima laporan adanya kebakaran di bangunan pesantren milik Ustaz Al Bajuri,” kata Rully saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar langsung bergerak cepat ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Posko Kalianda dan Ketapang. Tim berangkat sekitar pukul 19.21 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 19.52 WIB.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman yang juga dibantu warga sekitar. Api berhasil dikendalikan setelah upaya intensif selama hampir dua jam, tepatnya sekitar pukul 20.55 WIB.

“Kami kerahkan dua unit untuk mencegah api merembet ke bangunan lain. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan,” jelasnya.

 

Tidak Ada Korban Jiwa

Berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada bangunan pesantren milik Ahmad Mustofa Zuhad (30). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” ungkapnya.

Namun demikian, kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta. Setelah api padam, petugas juga melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan yang digunakan untuk aktivitas bersama.

“Kami mengingatkan agar instalasi listrik rutin diperiksa untuk mencegah kejadian serupa,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya