Trump: Gencatan Senjata Israel–Lebanon Diperpanjang 3 Pekan

Pengumuman Trump ini disampaikan setelah pertemuan tingkat duta besar kedua negara di Gedung Putih.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 24 April 2026, 08:10 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026. (Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (23/4/2026) mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diperpanjang selama tiga minggu setelah berlangsungnya pembicaraan langsung tingkat duta besar di Gedung Putih.

"Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama TIGA MINGGU," kata Trump seperti dikutip dari kantor berita Anadolu setelah menjamu para duta besar dari kedua negara di Ruang Oval bersama Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Trump menggambarkan pertemuan tersebut "sangat sukses", seraya menambahkan bahwa AS akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya sendiri dari kelompok Hizbullah.

"Saya menantikan dalam waktu dekat untuk menjamu Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun," tambahnya, merujuk pada Benjamin Netanyahu dengan nama panggilannya.

Trump kemudian mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih bahwa para pemimpin tersebut kemungkinan besar akan berkunjung ke Gedung Putih selama periode gencatan senjata tiga minggu itu.

"Kami melakukan percakapan yang sangat baik. Dan saya pikir ini adalah awal dari sesuatu yang sangat penting," ujarnya.

 

Serangan Israel Berlanjut

Saat ditanya apakah perdamaian antara kedua negara dapat terwujud tahun ini, Trump menjawab bahwa ada "peluang besar".

Namun ia kemudian menambahkan, "Israel harus dapat membela dirinya sendiri, jika mereka ditembak, dan mereka akan melakukannya. Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa mereka tidak boleh."

Pertemuan tersebut merupakan yang kedua antara Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh Moawad dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dalam kurun dua minggu, di tengah gencatan senjata yang rapuh. Kedua negara, yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, sebelumnya menggelar putaran pertama pembicaraan dalam lebih dari 30 tahun pada 14 April di Kementerian Luar Negeri AS.

Gencatan senjata selama 10 hari yang dimediasi oleh AS, yang mulai berlaku pada 16 April, semula dijadwalkan berakhir pada hari Minggu (26/4).

Lebih dari 2.200 orang telah tewas dan lebih dari 1 juta orang mengungsi akibat meluasnya serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret, tidak lama setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran. Serangan tersebut terus berlanjut meskipun telah diberlakukan gencatan senjata pada 16 April dengan dalih menargetkan Hizbullah.

Kelompok Hizbullah, yang tidak menjadi penandatangan resmi kesepakatan, telah menyatakan tidak terikat oleh aturan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya